Soal Gencatan Senjata Gaza, Hamas Minta ‘Board of Peace’ Disiplinkan Israel
Jakarta (Suaraislam.id) – Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) pada Ahad (16/8/2026) menyerukan agar para mediator dan penjamin mendesak Israel menyetujui peta jalan tahap kedua perjanjian gencatan senjata di Gaza.
Seruan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi seusai pertemuan di Kairo, Mesir, antara delegasi Hamas yang dipimpin Kepala Biro Politik Khalil al-Hayya dan perwakilan mediator.
Delegasi tersebut mendesak para mediator serta Board of Peace pimpinan Amerika Serikat (AS) untuk menekan Israel agar memenuhi seluruh komitmen pada tahap pertama.
Mereka menuntut Israel segera menghentikan aksi pembunuhan dan serangan darat, sekaligus menyetujui peta jalan untuk tahap kedua perjanjian tersebut.
Hamas menyatakan telah menerima peta jalan tersebut guna memastikan terwujudnya gencatan senjata permanen di kawasan Gaza.
Selain itu, langkah ini bertujuan menjamin penarikan penuh pasukan Israel, penyaluran bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan, dan pemulaan kerja Komite Nasional untuk Administrasi Gaza.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada awal bulan ini menyatakan menolak peta jalan yang didukung AS tersebut.
Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan menarik pasukannya dari Gaza hingga senjata Hamas sepenuhnya dilucuti.
Sebelumnya, Board of Peace pada 31 Juli telah menerbitkan peta jalan 15 poin untuk melaksanakan tahap selanjutnya dari perjanjian Gaza.
Peta jalan tersebut mencakup penghentian operasi militer, pengalihan administrasi sipil kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, serta penonaktifan senjata berat, fasilitas produksi militer, dan terowongan.
Dokumen itu juga memuat pengaturan mengenai jadwal serta mekanisme penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza. []
Sumber: Xinhua






