NASIONAL

BWI Gemuk Badannya tapi Anggaran Kecil, Politisi PKS: Pemerintah Tak Serius Urus Wakaf

Jakarta (SI Online) – Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf mengritik struktur kelembagaan Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang dinilainya gemuk.

Pasalnya, pada kepengurusan 2021-2024, anggota BWI mencapai 25 orang. Sementara anggaran yang diberikan oleh pemerintah hanya delapan miliar saja.

“Saya pikir BWI ini terlalu besar di kepala, sedangkan badannya kecil. Saya akui lembaga ini memiliki gagasan besar tentang wakaf, namun dari 25 orang ini berapa yang bekerja? Saya yakin, dengan model struktur kelembagaan seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah wakaf,” kritik Bukhori dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Kamis (21/01/2022) lalu.

Karena itu, Anggota Fraksi PKS DPR ini menilai pemerintah tidak serius dalam mengelola wakaf di Indonesia sehingga dirinya mengusulkan agar BWI dibubarkan.

Bukhori juga menyinggung masalah kelembagaan BWI yang terkesan menjadi objek rangkap jabatan oleh pejabat Kementerian Agama.

“Berkali-kali disampaikan, persoalan wakaf ada pada nazhirnya. Wakaf kita bisa berdaya, produktif, dan profesional karena kinerja nazhirnya. Selain itu, pemerintah melalui Kemenkeu pernah mengatakan bahwa wakaf tunai berpotensi untuk membantu pertumbuhan ekonomi, namun kenapa Kemenkeu enggan mengurus hal ini?” ujarnya.

Legislator Dapil Jateng 1 ini menambahkan, dirinya pesimis melihat model badan wakaf seperti itu. Pasalnya, dengan struktur kelembagaan yang gemuk, ditambah anggaran dari pemerintah yang minim, dinilai hanya akan membuat program strategis wakaf yang telah dicanangkan menjadi tidak realistis untuk diwujudkan.

Oleh karena itu, Bukhori mengusulkan kepada pemerintah supaya struktur kelembagaan BWI didesain secara rasional.

“Saya usulkan kepada pemerintah supaya rasional, terutama Kementerian Agama. Jangan jadikan BWI sebagai tempat duduk kedua. Semuanya dari sana, akhirnya yang kerja tidak ada. Saya pun pesimis melihat model badan wakaf seperti ini. Bayangkan dengan anggaran hanya delapan miliar rupiah diisi oleh 25 anggota, ditambah program dengan berbagai divisinya, lalu berapa kebagiannya? Untuk program literasi saja belum tentu ter-cover. Maka bisa dikatakan, lembaga ini diberikan tugas yang besar, tapi dibuat sulit bergerak,” paparnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Bukhori mempertanyakan perkembangan realisasi program sertifikasi tanah wakaf sebanyak 163.334 bidang tanah yang dicanangkan oleh BWI pada 13 September 2021 silam. Sebab, Bukhori menerima sejumlah keluhan masyarakat yang belum merasakan manfaat dari kinerja BWI terkait program sertifikasi tanah wakaf.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button