#Tolak RUU HIPNASIONAL

Datangi Kantor MUI, AHY: Tolak RUU HIP

Jakarta (SI Online) – Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jalan Proklamasi 51, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 14 Juli 2020.

Kantor DPP Partai Demokrat sejatinya bertetanggaan dengan Kantor MUI Pusat. Kurang lebih hanya berselisih kurang lebih sepuluh bangunan saja. Kantor Demokrat berada di Jalan Proklamasi No. 41, Menteng, Jakarta Pusat.

AHY datang Kantor Pusat MUI didampingi Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsha, Bendahara Umum Demokrat Renville Antonio, Kepala Departemen Agama dan Sosial Munawar Fuad Noeh, Kepala Badan Pembinaan Jaringan Konstituen (BPJK) Zulfikar Hamonangan, Wasekjen Agust Jovan Latuconsina, dan Direktur Eksekutif Sigit Raditya.

Rombongan Demokrat diterima Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi yang didampingi Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH Abdullah Djaidi, Ketua Bidang Pembinaan Seni Budaya Islam KH Sodikun, Ketua Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga Prof Dr Amany Lubis, serta sejumlah Wasekjen MUI seperti H Misbahul Ulum, Dr Nadjamuddin Ramly, Rofiqul Umam Ahmad MH, dan KH Sholahudin Al Aiyub.

Pertemuan yang berlangsung hangat selama hampir dua jam itu, secara khusus juga membahas Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang menjadi kontroversi di Indonesia.

“Alhamdulillah Partai Demokrat dan MUI tegas menolak RUU HIP,” kata AHY.

Menurut Demokrat, RUU HIP itu adalah sebuah kemunduran (set back) secara historis, yang dapat menimbulkan masalah baru yang tidak diperlukan di saat Indonesia sedang fokus untuk melawan pandemi COVID-19.

AHY tidak ingin ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang bisa memecah belah kebersamaan bangsa Indonesia, serta membentur-benturkan Pancasila dengan Islam, kemudian membawa isu ideologi yang sebetulnya sudah lama ditinggalkan di belakang.

“Karena kita mempunyai tujuan besar bersama di mana Pancasila final dan NKRI harga mati. Tapi yang jelas tujuan besar kita tidak sepi dari tantangan ketika kita memproyeksikan diri kita untuk mencapai kemajuan dalam 5-10 tahun ke depan bahkan sampai 2045. Yang jelas, jangan menghadirkan isu-isu baru yang sebetulnya tidak relevan dan kontekstual terhadap kondisi bangsa dan perjuangan kita,” tegasnya

Sementara itu. Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi juga menjelaskan bahwa tujuan kedatangan pimpinan Partai Demokrat adalah untuk silaturahmi.

“Tujuan utama dari kehadiran Ketua Umum Partai Demokrat beserta jajarannya ke kantor MUI adalah untuk silaturahmi,” kata Muhyiddin.

Ia juga menyampaikan bahwa Demokrat memiliki kesamaan cara pandang dengan MUI dalam beberapa isu yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. “Semoga kunjungan ini bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Insyaallah,” katanya.

red: farah abdillah

Artikel Terkait

Back to top button