NASIONAL

Dekan FEM IPB: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdasarkan Pemerataan

Dalam perspektif ekonomi syariah, model ini dinilai paling sesuai karena menempatkan keadilan dan inklusivitas sebagai fondasi pembangunan ekonomi.

“Ada tiga alasan utama mengapa growth through equity menjadi pilihan terbaik, yaitu resiliensi ekonomi, keadilan distributif, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Pertama, dari sisi resiliensi, ekonomi akan lebih tahan terhadap guncangan jika digerakkan oleh pelaku usaha kecil seperti UMKM yang memiliki kontribusi besar terhadap PDB nasional.

“UMKM harus ditempatkan sebagai salah satu penyangga utama ekonomi nasional, bukan sekadar pelengkap,” tegas Irfan

Kedua, dari sisi keadilan distributif, negara perlu memperluas akses pembiayaan, pendampingan, dan pembinaan bagi usaha-usaha produktif masyarakat.

Pakar ekonomi syariah itu menilai instrumen sosial seperti zakat dan wakaf perlu dioptimalkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat secara lebih adil.

“Jika zakat dan wakaf dikelola secara terintegrasi, keduanya dapat melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis komunitas dan potensi lokal,” katanya.

Ketiga, dari sisi keberlanjutan, growth through equity diyakini mampu menciptakan kemandirian ekonomi jangka panjang dan membantu Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

Untuk itu, investasi di bidang pendidikan dinilai menjadi faktor kunci. “Rakyat miskin harus diberi akses luas terhadap pendidikan formal, informal, pelatihan, dan sertifikasi agar kapasitas mereka meningkat,” jelas Irfan.

Ia menegaskan, Indonesia tidak bisa lagi hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi semata. “Kalau hanya mengejar pertumbuhan, itu pendekatan yang sudah usang. Growth with equity adalah langkah awal, tetapi growth through equity adalah strategi jangka panjang terbaik agar ekonomi Indonesia tidak hanya besar secara angka, tetapi juga kuat secara struktur dan adil secara sosial,” katanya.

Irfan juga menilai sejumlah program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program kampung nelayan berpotensi menjadi contoh nyata penerapan konsep growth through equity.

Namun ia mengingatkan, manfaat ekonomi dari program-program tersebut harus benar-benar dinikmati oleh pelaku usaha kecil masyarakat.

“Pemerintah harus memastikan pemasok utama dalam rantai bisnis MBG, kampung nelayan, dan program strategis lainnya adalah usaha-usaha kecil milik rakyat. Kalau tidak, ketimpangan justru akan semakin besar dan kelompok kaya tetap menjadi penikmat utama,” pungkasnya. []

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button