Gelar ‘JIC Digital School 2026’, PPIJ Dorong Pemuda Ubah ‘Scroll’ Jadi ‘Skill’
Jakarta (Suaraislam.id)-Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta atau akrab disebut Jakarta Islamic Centre (JIC) menggelar program JIC Digital School 2026 di Aula Masjid Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (12/8/2026).
Program yang digagas Subdivisi Penyiaran PPIJ ini mengusung tema “Menyiapkan Generasi Adaptif, Kreatif, Produktif, dan Siap Berkarya di Era Digital”.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pelatihan, pendampingan, dan pengembangan keterampilan digital bagi pemuda Jakarta Utara berusia 17–30 tahun. Program ini hadir untuk menjawab tantangan kesenjangan keterampilan digital serta rendahnya literasi teknologi produktif di kalangan generasi muda.
Melalui semangat “Dari Scroll Menjadi Skill”, program ini mendorong anak muda agar tidak sekadar menjadi konsumen media sosial. Mereka dibimbing untuk mulai menciptakan karya, membangun portofolio, serta melihat media digital sebagai peluang ekonomi.
Kepala Divisi Komunikasi dan Penyiaran PPIJ sekaligus Ketua Pelaksana JIC Digital School 2026, Afifuddin Rohaly, menegaskan pentingnya mengarahkan kemampuan digital untuk hal produktif.
“Generasi muda hari ini tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Kita ingin mereka mampu mengubah teknologi menjadi keterampilan, keterampilan menjadi karya, karya menjadi peluang, dan peluang menjadi kebermanfaatan,” ujar Afifuddin Rohaly.

Ia mengingatkan agar anak muda tidak menghabiskan waktu hanya untuk mengonsumsi konten tanpa menghasilkan karya. Ia juga menekankan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman.
“Kita ingin teknologi berjalan bersama akhlakul karimah. Teknologi harus menjadi sarana untuk belajar, berkarya, membangun ekonomi, memperluas jaringan, dan sekaligus menyebarkan kebaikan,” tambahnya.
JIC Digital School 2026 tidak hanya dikemas dalam bentuk seminar, melainkan menggabungkan workshop praktik, kelas intensif, mentoring, coaching, hingga project-based learning.
Peserta mendapatkan beragam materi relevan, mulai dari Digital Mindset dan Literasi Digital, Content Creation, Digital Marketing, Marketplace dan Bisnis Online, hingga Personal Branding.
Materi tersebut mencakup etika bermedia sosial, pemanfaatan AI, copywriting, videografi, editing, strategi TikTok/Instagram Marketing, live shopping, hingga public speaking.
Program ini menargetkan luaran konkret agar peserta tidak sekadar membawa pulang sertifikat pelatihan. Peserta diharapkan mampu menghasilkan portofolio desain, video kreatif, akun media sosial profesional, hingga marketplace sederhana.
Pelatihan yang dibuka resmi Kabag Kesra Jakarta Utara HM Mukhlis ini menghadirkan sejumlah praktisi digital sebagai narasumber. Sesi materi diisi oleh Annov Hari Prabowo (Content Action), Ruki Cita Munggaran (Dari Scroll Menjadi Skill), dan Rona Marina Nisaasari (Public Speaking & Personal Branding).
PPIJ berharap JIC Digital School dapat menjadi gerakan berkelanjutan untuk membangun ekosistem komunitas kreatif muda. Langkah ini sekaligus memperkuat peran Jakarta Islamic Centre sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan media dakwah digital.[]






