Dokter Ingatkan Risiko Pencarian Info Medis Via Medsos
Peran Dokter
Dokter asal Singapura, dr. Lim Wee Peng, berpendapat bahwa perilaku tersebut mencerminkan kepedulian masyarakat, meski sering kali mereka menunda langkah pengobatan.
“Kesehatan pernapasan sering tidak terasa penting sampai akhirnya mengganggu kehidupan sehari-hari,” ujar dr. Lim.
Senada dengan hal itu, dr. Karl Henson dari Filipina menilai keterlambatan penanganan sering terjadi karena pasien baru datang saat kondisi fisik sudah memburuk.
Dokter spesialis penyakit infeksi tersebut menyarankan agar tenaga medis tidak menolak informasi dari internet yang dibawa pasien, melainkan mengarahkannya menjadi diskusi.
“Kebiasaan mencari informasi menunjukkan bahwa mereka peduli, dan itu bisa menjadi pintu masuk untuk membangun percakapan yang lebih baik,” kata Henson.
Sementara itu, dr. Tony Leachon menekankan bahwa tenaga kesehatan harus mampu menyampaikan edukasi dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami orang awam.
Para ahli sepakat bahwa penggunaan media sosial harus dibarengi edukasi medis yang tepat agar masyarakat mampu mengambil langkah kesehatan yang menyeluruh.[]
Sumber: Kompas.com






