OASE

Dosa yang Mengalir, Ayat yang Menegur

Apa yang Sesungguhnya Mengalir?

Konsep dosa jariyah — sebuah istilah populer yang tak pernah diucapkan Nabi — bukan berarti memindahkan dosa orang lain ke pundak seseorang. Islam tidak mengenal perpindahan dosa. Yang ada hanya tambahan dosa, sebagai konsekuensi seseorang menjadi sebab.

Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menulis: “Maksud hadis ‘menanggung dosa orang lain’ adalah ia mendapat dosa karena menjadi sebab terjadinya maksiat, bukan karena memikul dosa mereka. Ini adalah bagian dari dosa yang ia lakukan sendiri.”

Ibnu Katsir, dalam tafsirnya terhadap QS. An-Nahl: 25, menegaskan hal yang sama. Ayat itu menyebut: “Agar mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuhnya pada hari kiamat dan sebagian dosa orang-orang yang mereka sesatkan…”

Penafsir ulung abad ke-14 itu menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah dosa mereka karena menyesatkan, bukan dosa yang dilakukan pengikut mereka.

Rasid menutup kitab tafsir itu sambil menatap Rangga. “Jadi, Rangga, mereka tidak memikul dosa pengikutnya,” ujarnya. “Mereka memikul dosa baru, yang muncul dari tindakan mereka sebagai penyebab. Itu beda.”

Sabab, Penyebab yang Ikut Diadili

Dalam ilmu fikih, terdapat kaidah terkenal: “As-sababu kal-fa’il.” Orang yang menjadi sebab dihukumi seperti pelaku.

Meski kaidah ini biasanya dipakai dalam konteks fikih muamalah dan hukum jinayah, para ulama memperluas relevansinya pada perbuatan moral.

Contoh kecil: seseorang mengunggah video maksiat. Video itu ditonton jutaan orang. Setiap penonton menanggung dosa tindakannya sendiri. Tapi pembuat video mendapatkan dosa tambahan karena membuka pintu maksiat.

Prinsip yang sama berlaku pada: penyebar ajaran sesat, pembangun sistem korup, pencetus kebiasaan buruk dalam keluarga, penulis konten negatif yang terus dikonsumsi, atau politisi yang menghalalkan tipu daya.

“Semua itu,” kata Rasid, “bukan dosa orang lain yang pindah ke kita. Tapi dosa yang lahir dari diri kita sendiri, akibat perbuatan kita yang melahirkan dampak buruk.”

Rangga dan Bayangan Modern Dosa yang Menular

Rangga terdiam cukup lama. Ia mengingat kasus berita palsu yang dibuat seseorang yang kemudian memicu kerusuhan di Makassar beberapa tahun lalu. Pembuat hoaks itu mungkin hanya mengetik beberapa paragraf. Tapi akibatnya massif dan merugikan banyak orang.

Jika ditarik ke konteks keagamaan, perbuatannya bukan hanya kejahatan sosial; ia membuka pintu kejahatan lain yang diikuti banyak orang.

“Jadi sebenarnya,” Rangga bersuara pelan, “dosa jariyah itu bukan konsep sihir yang membuat dosa orang lain pindah ke kita. Tapi dosa karena efek domino dari tindakan kita sendiri.”

Rasid tersenyum. “Betul.”

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button