Empat Kelompok Manusia Usai Ibadah Haji
Allah SWT berfirman:
فَاِذَا قَضَيْتُمْ مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَذِكْرِكُمْ اٰبَاۤءَكُمْ اَوْ اَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Apabila kamu telah menyelesaikan manasik (rangkaian ibadah) haji, berzikirlah kepada Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Di antara manusia ada yang berdoa: ‘Ya Rabb kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,’ sedangkan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun. Di antara mereka ada juga yang berdoa: ‘Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.'” (QS. Al-Baqarah: 200–201)
Hari Tasyrik 13 Dzulhijjah 1447 H yang bertepatan dengan Sabtu, 30 Mei 2026 telah berlalu. Momentum ini menjadi saat yang tepat untuk merenungkan bagaimana kondisi manusia setelah menunaikan ibadah haji.
Dalam kajian ini digunakan Metode Tafsir Bir Riwayah, yaitu menafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an. Ayat 200–201 Surat Al-Baqarah dipahami bersama ayat-ayat sesudahnya, yakni ayat 204–207. Dari rangkaian ayat tersebut, para ulama menjelaskan bahwa manusia pasca ibadah haji dapat terbagi menjadi empat kelompok.
Menurut Imam Showi Al-Maliki dalam tafsirnya, empat kelompok tersebut adalah sebagai berikut:
- Kelompok yang hanya mencari dunia. Mereka berhaji demi jabatan, pangkat, kekayaan, atau sekadar ingin disebut “Pak Haji”. Kelompok ini termasuk haji mardud (tertolak). (QS. Al-Baqarah: 200).
- Kelompok yang mencari dunia dan akhirat. Mereka menginginkan kebaikan dunia sekaligus akhirat. Kelompok ini merupakan kelompok ideal dan termasuk haji mabrur. (QS. Al-Baqarah: 201).
- Kelompok yang tampak baik secara lahiriah, tetapi hakikatnya celaka. Mereka mengaku mencari akhirat dan surga, tetapi perilakunya menunjukkan sifat kemunafikan. Kelompok ini termasuk haji mardud. (QS. Al-Baqarah: 204–206).
- Kelompok yang hanya mencari ridha Allah SWT. Iman dan Islamnya menyatu lahir dan batin. Mereka termasuk golongan ahli ma’rifat dan pemilik haji mabrur. (QS. Al-Baqarah: 207).
(Tafsir Showi Al-Maliki, Juz 1, hlm. 94).
Kelompok Pertama: Haji yang Hanya Mengejar Dunia
Ayat 200 Surat Al-Baqarah menjelaskan bahwa setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, seorang muslim diperintahkan memperbanyak zikir kepada Allah SWT.
Menurut Syekh Jalaluddin As-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain, yang dimaksud adalah setelah melempar Jumrah Aqabah, tawaf, sa’i, mabit di Muzdalifah dan Mina, tahallul, serta tawaf wada’, maka seorang hamba hendaknya memperbanyak zikir, doa, dan pujian kepada Allah SWT.
Imam Showi menjelaskan bahwa pada masa jahiliah, orang-orang Arab biasa membanggakan nenek moyang mereka ketika berkumpul. Mereka saling memuji kebesaran keluarga dan leluhurnya. Karena itu Allah SWT mengalihkan kebiasaan tersebut agar manusia lebih banyak mengingat Allah daripada membanggakan keturunan.
Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa ada manusia yang hanya meminta bagian dunia: “Di antara manusia ada yang berdoa: ‘Ya Rabb kami, berilah kami di dunia,’ lalu Allah memberikannya, tetapi di akhirat ia tidak memperoleh bagian apa pun.” (Tafsir Jalalain, Juz 1, hlm. 30).
Golongan ini menjadikan ibadah hanya sebagai sarana meraih kepentingan duniawi semata.






