Empat Kelompok Manusia Usai Ibadah Haji
Kelompok Kedua: Haji yang Mencari Dunia dan Akhirat
Kelompok kedua dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 201: “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.”
Imam Showi menjelaskan bahwa ayat ini merupakan motivasi bagi umat Islam agar senantiasa memohon kebahagiaan dunia dan akhirat (Sa’adatud Daarain).
Allah SWT memuji orang-orang yang memohon kedua kebaikan tersebut secara seimbang. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik disebutkan bahwa Rasulullah SAW sering membaca doa:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Imam Ahmad bin Hanbal juga meriwayatkan kisah seorang sahabat yang sakit parah. Ia pernah berdoa agar siksa akhirat disegerakan di dunia. Ketika Rasulullah SAW menjenguknya, beliau menegur doa tersebut dan mengajarkan doa:
“Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.” Setelah membaca doa tersebut, Allah SWT menyembuhkan penyakitnya. (HR. Ahmad bin Hanbal, Juz 3, hlm. 107).
Kelompok Ketiga: Haji yang Munafik, Lisannya Baik tetapi Hatinya Busuk
Kelompok ketiga dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 204–206. Menurut Tafsir Jalalain, kelompok ini memiliki ucapan yang memukau dan tampak baik di hadapan manusia. Namun di dalam hatinya tersimpan kebencian terhadap kebenaran.
Asbabun nuzul ayat ini berkaitan dengan seorang munafik bernama Akhnas bin Syuraiq. Ia sering berbicara manis di hadapan Rasulullah SAW, tetapi diam-diam memusuhi Islam dan kaum muslimin. Bahkan disebutkan bahwa ia merusak tanaman kaum muslimin dan membunuh hewan ternak mereka.
Imam Showi menambahkan bahwa Akhnas memiliki ratusan pengikut dari kalangan munafik. Ia terkenal sebagai sosok yang berusaha mengambil keuntungan dari setiap keadaan tanpa menunjukkan sikap yang jelas terhadap Islam.
Allah SWT berfirman:
وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ
“Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.” (QS. Al-Munafiqun: 1)
Ayat berikutnya menjelaskan tiga tanda utama orang munafik:
- Merusak tanaman dan sumber daya alam.
- Merusak sumber daya manusia dan masa depan generasi.
- Bersikap sombong dan angkuh ketika dinasihati.
Imam Showi menjelaskan bahwa kesombongan tersebut pada akhirnya akan menghancurkan pelakunya sendiri. Mereka merusak lingkungan, menghancurkan harapan masyarakat, dan merusak masa depan peradaban manusia. (Tafsir Showi Al-Maliki, Juz 1, hlm. 95).






