SOSOK

Empat Tahun Menanti, Dua Kali Dikukuhkan: Lika-Liku Perjalanan KH Badruddin Subky Raih Gelar Guru Besar

Di hadapan situasi tersebut, Badruddin akhirnya mengambil keputusan untuk mengikuti proses pengukuhan kembali.

Ada alasan akademik yang membuatnya menerima keputusan tersebut. Salah satunya adalah sinopsis karya ilmiah yang sebelumnya telah dinyatakan lulus belum dipresentasikan di hadapan para senator.

Bagi seorang akademisi yang telah menghabiskan 31 tahun sebagai dosen di UIKA Bogor, kesempatan mempresentasikan karya ilmiah di hadapan senat universitas menjadi pengalaman yang tidak ingin dilewatkannya.

Akhirnya, pada 4 Agustus 2026, Badruddin kembali dikukuhkan di Malaysia. Kali ini, proses pengukuhan dilengkapi dengan pemaparan orasi ilmiah atau sinopsis karya ilmiah di hadapan para senator.

Dengan segala persiapan dan pertolongan Allah SWT, orasi ilmiah tersebut dapat disampaikan dengan baik.

Setelah prosesi selesai, rasa lega dan bahagia pun muncul. Ketua Senat menyampaikan bahwa dirinya kini sah menjadi profesor atau guru besar Ilmu Al-Qur’an di Asean University International Malaysia.

Dua kali pengukuhan dalam satu perjalanan panjang menjadi pengalaman yang tidak biasa.

Badruddin bahkan berseloroh sebelum menyampaikan orasi ilmiahnya bahwa mungkin tidak banyak—atau bahkan tidak ada—guru besar yang dikukuhkan dua kali, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia, Malaysia, atau negara lain.

Namun, di balik kisah yang penuh kejutan, penantian, miskomunikasi, keterbatasan biaya, hingga akhirnya dua kali pengukuhan, terdapat satu pesan yang terus ia tekankan: perjalanan akademik bukan semata tentang gelar.

Setelah menerima gelar tersebut, Badruddin mengaku sempat merasakan kegentaran hati. Ia mempertanyakan apakah mampu menjalankan tugas yang begitu berat. Namun, ia memilih tetap optimistis dan bertawakal kepada Allah SWT.

Pada akhirnya, gelar guru besar bukan menjadi garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk menjaga ilmu, mengabdi, dan memberikan manfaat.

Bagi Badruddin, panjangnya perjalanan tersebut diharapkan menjadi pelajaran dan menambah keberkahan serta ilmu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. []

Laman sebelumnya 1 2
BACA JUGA
Close
Back to top button