#Gencatan SenjataLAPSUS

Fakta Penyiksaan dan Kekerasan terhadap Tahanan Palestina oleh Zionis Israel

Kesaksian para tahanan Palestina yang dibebaskan, serta kondisi jenazah yang diserahkan kembali, menyoroti dugaan kekerasan Israel.

Beberapa tahanan dibawa langsung ke rumah sakit karena luka parah dan kondisi lemah.

Mahmoud Abu Foul, salah satu tahanan yang dibebaskan, mengatakan ia kehilangan penglihatan akibat penyiksaan Israel. Ia dipukuli hingga pingsan selama berjam-jam.

Banyak tahanan keluar dalam kondisi kurus kering, dengan tubuh penuh memar.

Kamal Abu Shanab mengatakan berat badannya turun dari 127 kg menjadi 68 kg. Keponakannya, Farah, menangis melihatnya karena ia nyaris tak dikenali.

Tahanan lain, Salem Eid, mengatakan ia tidak bisa berbaring telentang karena bekas pukulan dan harus tidur dalam posisi duduk.

Penyiksaan yang Sudah Sistemik

Laporan penyiksaan di penjara Israel sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Lembaga HAM Israel, B’Tselem, dalam laporan Agustus 2024, menyebut sistem penjara Israel sebagai “jaringan kamp penyiksaan” dengan kekerasan ekstrem, serangan seksual, penghinaan, kelaparan, larangan ibadah, tidur yang dipaksa, dan penolakan perawatan medis.

Ada pula penyiksaan psikologis.

Seorang pria yang dibebaskan mengatakan tentara Israel memberitahunya bahwa keluarganya telah tewas—namun ternyata mereka masih hidup.

Yang lain menyiapkan gelang untuk putrinya yang berusia dua tahun, hanya untuk mengetahui bahwa anak itu, istrinya, dan keluarganya telah dibunuh oleh Israel.

Kasus Marwan Barghouti

Sekitar 9.000 tahanan Palestina masih berada di penjara Israel, termasuk tokoh terkenal Marwan Barghouti.

Dihukum Israel tahun 2004 atas tuduhan serangan terhadap warga Israel, ia menjalani beberapa hukuman seumur hidup.

Barghouti menolak mengakui yurisdiksi pengadilan Israel dan mendukung perlawanan tanpa kekerasan serta solusi dua negara.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button