NUSANTARA

Filosofi Tata Kota Islam Jawa: Zikir, Mikir, Bekerja dan Berlibur

Empat ruang itu sesungguhnya menggambarkan siklus kehidupan yang ideal: berzikir di masjid, berpikir di balai kota, bekerja di pasar, dan berbahagia di alun-alun. Inilah konsep pembangunan manusia yang utuh. Tidak hanya mengejar akhirat hingga melupakan dunia, dan tidak pula mengejar dunia hingga melupakan akhirat.

Barangkali inilah pesan besar yang ingin diwariskan para pendiri kota-kota Islam Jawa kepada generasi setelahnya: hidup yang baik adalah hidup yang seimbang. Hati terhubung dengan Allah, akal terus belajar, tangan rajin bekerja, dan jiwa diberi ruang untuk bergembira.

Ketika keempat unsur ini berjalan harmonis, lahirlah masyarakat yang religius, cerdas, makmur, dan bahagia:

  1. Zikir menguatkan hati.
  2. Mikir mencerahkan akal.
  3. Bekerja menyejahterakan hidup.
  4. Berlibur menyegarkan jiwa.

Itulah filosofi tata kota Islam Jawa yang relevan sepanjang zaman. Bukan sekadar susunan bangunan, tetapi peta jalan menuju peradaban yang berkemajuan.[]

Alun-Alun Keraton Solo, 14 Juni 2026

Pujiono, Alumni Geografi UMS

Laman sebelumnya 1 2
BACA JUGA
Close
Back to top button