Gandeng Juleha, Kuttab Al Fatih Bogor Gelar Dauroh Qurban

“Makanan itu tidak cukup hanya halal, tetapi juga harus thayyib. Hewannya boleh halal, tetapi jika penyembelihannya tidak sesuai syariat, maka bisa menjadi haram,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa makanan halal dan baik menjadi salah satu syarat diterimanya doa, menenangkan hati, menjadi obat, dan menjaga keimanan kepada Allah.
Dalam sesi tersebut, peserta dibekali teori lengkap mengenai tata cara penyembelihan dalam Islam, mulai dari syarat alat sembelih yang harus tajam, niat, berwudhu, menghadap kiblat, membaca Bismillah dan takbir saat menyembelih, hingga memastikan titik sembelih dilakukan secara tepat.

Tak hanya itu, adab seorang penyembelih juga menjadi perhatian penting: menutup aurat, dalam keadaan suci, berada di tempat yang bersih dari najis, serta tidak membuat hewan panik sebelum disembelih.
“Yang paling utama adalah menyembelih dengan tangan sendiri. Itulah sunnahnya,” tegasnya.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai syarat hewan kurban, seperti usia minimal satu tahun untuk kambing dan tiga tahun untuk sapi, serta kondisi hewan yang harus sehat, tidak cacat, tidak kurus berlebihan, dan bebas penyakit menular.
Menurut para pemateri, pelaksanaan kurban sebaiknya disaksikan masyarakat luas karena menjadi bagian dari syiar Islam. “Semakin banyak yang menyaksikan dan mendoakan, semakin besar syiar yang dibangun,” ujar Verry.
Selain fiqih sembelih, materi kedua adalah Tazkiyatun Nafs bertema “Membangun spirit berkurban ditengah krisis” disampaikan oleh Anggota MUI Pusat/Anggota PP Muhammadiyah Ustaz Taufik Daud, MA.
Materi ketiga Mengasah Bilah (mengenal media asah, jenis bilah, jenis bevel, memegang bilah, teknik mengasah cepat dan mencari edge angle), disampaikan oleh Anggota DPD JULEHA Bogor Raya, Fikri.
Materi keempat Handling & Kesrawan, sekaligus latihan sembelih langsung, dimentori oleh Anggota DPD JULEHA Bogor Raya, Ajat KN.
Puncak kegiatan ditutup dengan praktik langsung penyembelihan dan penanganan sapi oleh tim JULEHA, yang menjadi momen paling ditunggu peserta.
Bagi Kuttab Al Fatih Bogor, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian dari upaya menanamkan semangat pengagungan terhadap hari raya qurban.
Melalui ilmu yang benar, mereka berharap ibadah qurban tahun ini tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi benar-benar menjadi bentuk pengorbanan yang bernilai ibadah dan sesuai tuntunan syariat. []






