JEJAK SEJARAH

LBH Keadilan Rakyat Gelar Kajian Perdana, Bahas Sejarah Prabu Siliwangi dan Islam di Jawa Barat

Bogor (Suaraislam.id) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan Rakyat menggelar kajian perdana bertema “Sejarah Prabu Siliwangi dengan Islam Jawa Barat” di Kantor LBH Keadilan Rakyat, Jumat (3/7/2026).

Kajian tersebut menghadirkan Ustaz Hisyam, seorang sejarawan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Asy Syafiiyah Balarante Mulabaruk Garut. Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh, ulama, sejarawan di Bogor.

Dalam paparannya, Ustaz Hisyam mengulas sosok Prabu Siliwangi yang diidentifikasi sebagai Sri Baduga Maharaja Jayadewata, Raja Pajajaran yang memerintah pada 1482–1521 M. Menurutnya, Sri Baduga dikenal sebagai penguasa yang berhasil menyatukan Kerajaan Sunda dan Galuh ke dalam sistem kerajaan yang kemudian dikenal sebagai Pajajaran.

Ustaz Hisyam juga menyampaikan pandangan bahwa Prabu Siliwangi memeluk Islam melalui Syekh Quro sebelum menikahi Nyi Subanglarang. Menurut pemaparannya, Prabu Siliwangi memiliki lebih dari 100 istri dan selir serta dikaruniai lebih dari 100 orang anak.

“Namun masih ditelusuri dan diperkuat informasinya apakah ketika Prabu Siliwangi masuk Islam itu sebagai cara atau siasat untuk mendapatkan Nyi Subanglarang atau setelah itu Prabu Siliwangi menjadi muslim yang berpengaruh untuk penyebaran Islam,” ungkap Ustaz Hisyam.

“Akan tetapi semua sejarawan sepakat bahwa Prabu Siliwangi telah masuk Islam di momen pernikahan dengan Nyi Subanglarang tersebut,” tambahnya.

Beberapa putra dan putrinya yang dikenal dalam sejarah antara lain Pangeran Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana, Nyi Raden Rara Santang, Prabu Surawisesa, Pangeran Surosowan, dan Prabu Layahkusumah.

Dalam kajian tersebut dijelaskan pula bahwa tidak seluruh keturunan Prabu Siliwangi memeluk Islam. Namun, sejumlah anggota trah Siliwangi disebut memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di Tatar Sunda.

Menurut Ustaz Hisyam, Pangeran Cakrabuana berperan dalam penyebaran Islam di Cirebon dan diyakini turut mengislamkan sejumlah tokoh di wilayah Garut, termasuk Sang Adipati Anom Sudalarang, putra Prabu Wastudewa. Sementara itu, Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, putra Nyi Rara Santang, disebut berjasa menyebarkan Islam di Cirebon dan berbagai wilayah kekuasaannya.

Selain itu, Sultan Hasanuddin dari Kesultanan Banten juga disebut sebagai salah satu keturunan trah Siliwangi yang berperan besar dalam penyebaran Islam di wilayah Banten.

Kajian perdana yang diselenggarakan LBH Keadilan Rakyat tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan diskusi mengenai tokoh-tokoh dan sejarah Islam di Nusantara, khususnya di Jawa Barat.

Selain mengulas sejarah, ke depannya LBH akan menggelar kegiatan diskusi berbagai tema dan bedah buku dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. []

Back to top button