INTERNASIONAL

Gaza ‘Hancur Jadi Debu’

Kehancuran Gaza menjadi kontras tajam dengan janji global untuk “tidak meninggalkan siapa pun” yang disampaikan dalam KTT Dunia Kedua untuk Pembangunan Sosial yang baru saja berakhir di Doha.

Namun skala kehancuran membuat banyak orang bertanya-tanya seperti apa proses membangun kembali itu akan terjadi.

“Berapa lama hanya untuk membersihkan puing-puing? Kami dengar bisa butuh bertahun-tahun. Kalau membersihkan saja butuh selama itu, berapa lama lagi sampai pembangunan bisa dimulai?” tanya Shaheen.

Tapi, menurutnya, membangun kembali bukan sekadar soal “beton dan dinding.”

“Itu tentang memulihkan kehidupan, rasa aman, dan martabat. Mereka tidak hanya ingin bangunan berdiri lagi, tetapi kehidupan kembali berdenyut.”

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, Israel telah melanggar gencatan senjata setidaknya 80 kali, dan lebih dari 240 warga Palestina—termasuk puluhan anak—tewas sejak perjanjian itu dimulai.

Talbot menutup dengan tegas: “Satu-satunya jalan menuju perdamaian dan pembangunan yang berkelanjutan di Gaza adalah keadilan dan akuntabilitas atas kejahatan yang dilakukan.”

“Deklarasi dan konferensi hanyalah omong kosong jika tidak disertai kemauan politik untuk mengakhiri akar penderitaan Gaza: pendudukan militer dan blokade Israel yang terus berlangsung.”

“Rakyat Palestina harus memiliki hak menentukan nasib sendiri—untuk memimpin pemulihan mereka dan menentukan seperti apa masa depan mereka.” []

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button