Gerakan Pemuda Glocal: Harapan Baru Kebangkitan Peradaban Islam
Yakinlah, akan ada gen Shalahuddin pada gen-Z yang terus memupuk daya kritis, berani mempertanyakan ketidakadilan, cepat menanggap isu global, punya kepedulian sosial yang tinggi dan terbina dengan pemikiran Islam. Pemuda inilah yang akan mampu melahirkan kebangkitan dan mengembalikan peradaban Islam yang agung.
Kebangkitan peradaban Islam saat ini bukanlah romantisme sejarah. Ia adalah jawaban rasional tergadap kegagalan peradaban sekuler global. Gerakan pemuda glocal merupakan gejala awal bahwa kita sedang memasuki babak perubahan besar.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang tegak di atas kebenaran.” (HR. Muslim)
Semoga ditangan mereka Islam akan bangkit, maka tugas generasi pendahulu adalah mendukung mereka dengan solusi tuntas atas masalah yang ada. Bukan mengarakan sekedar tambal sulam sistem rusak yang jauh dari aturan pencipta. Terus mengembangkan potensi mereka dengan visi akhirat. Membimbing gerak mereka dengan landasan akidah, dan menyalakan kembali harapan peradaban Islam yang pernah menerangi dunia.
Sebagaimana tinta emas sejarah Islam yang juga membuktikan bahwa perubahan besar juga pernah dimulai oleh pemuda. Sebagaimana Rasulullah ﷺ yang telah bertumpu pada kekuatan kaum muda yang cerdas, berani, dan visioner. Bersama Ali bin Abi Thalib (10 th masuk Islam) pemuda pertama yang beriman, tak terpengaruh oleh tekanan sosial Quraisy kala itu mampu mengarahkan umat pada Islam. Juga Mus’ab bin Umair (20th) menjadi duta islam pertama ke Madinah yang dalam satu tahun dakwahnya, menjadikan Madinah berubah menjadi Daulah Islam. Dan juga banyak pemuda Anshar yang menyertai peristiwa Bai’at Aqabah. Dalam Sirah, perubahan besar seringnya dipelopori oleh pemuda. Masyaallah.[]
Raihana Muthi’ah, Praktisi Pendidikan.






