Gerakan Pemuda Glocal: Harapan Baru Kebangkitan Peradaban Islam
Sepanjang tahun 2025, dunia menyaksikan sebuah fenomena yang tidak bisa diabaikan. Terlahir gelombang gerakan pemuda yang muncul dari berbagai negara berkembang tetapi menggema sampai tingkat global. Inilah ‘gerakan glocal’, sebuah gerakan lokal yang pengaruhnya menjadi global atas dukungan kekuatan media sosial.
Fenomena ini muncul bukan tanpa sebab. Justru muncul dari kondisi Gen Z di berbagai negara yang merasakan hidup penuh dengan tekanan tak manusiawi. Mulai dari beban ekonomi berat, ketidakpastian kerja, tingginya biaya hidup, gangguan mental, ketidakadilan sosial membuat luka batin dan merengsek nurani kearah pencarian solusi yang mendasar atas masalah yang ada.
UNICEF 2024 menyatakan, hampir satu dari empat remaja dunia mengalami kecemasan tinggi. ILO juga mencatat setidaknya ada 73 juta anak muda menganggur secara global. Data ini menunjukkan bahwa sistem kapitalisme yang mendunia tidak mampu memberi kebahagiaan dan masa depan yang pasti bagi generasi muda.
Gelombang Gerakan Glocal 2025
Sepanjang bulan Agustus-Oktober 2025, banyak negara mengalami mobilisasi pemuda paling besar dalam 10 tahun terakhir. Menariknya, negara ini tidak saling terhubung secara wilayah, tapi pola gerakannya mirip. Gerakan tersebut di antaranya:
1. Indonesia
Trending global di Tiktok pada awal September 2025 atas suara pemuda Indonesia yang ramai angkat suara menyoal isu biaya hidup, keadilan ekonomi, dan isu moral. Bermunculan edukasi politik, ekonomi islam, dan mengarah pada kembali pada identitas keagamaan yang terus meningkat.
2. Nepal
Gelombang protes pemuda menolak ketidakstabilan politik dan korupsi pemerintah. Tagar #NepalYouthRise sempat masuk Top 10 global X (Twitter).
3. Maroko
Pemuda memimpin aksi solidaritas Palestina serta kritik terhadap kebijakan ekonomi. Lebih dari 200 juta kali dalam sepekan video-video aktivisme pemuda Maroko ditonton.
4. Bangladesh dan Sri Lanka
Pemuda turun ke jalan memprotes kenaikan harga energi dan makanan. Media Internasioanl menyebutnya sebagai “ the new youth awakening of South Asia”.
5. Filipina
Aktivis muda menggerakkan kampanye digital menyoal reformasi pendidikan dan isu keadilan sosial yang ramai di Tiktok dan Youtube.
Banyak negara lain yang melahirkan ‘gerakan glocal’ atas muara kekecewaan sistem sekuler kapitalis yang gagal memberikan masa depan.
Gen Z: Bukan Generasi Lemah, tapi Generasi Terjaga
Percayalah, isu gen-Z adalah generasi lemah, generasi strawberry tidak selalu tersemat pada mereka yang terjaga. Justru akan lahir dari tangan mereka yang telah bangkit oleh kesadaran berfikir dan aqidah Islam yang kuat akan mampu menapaki jalan membangun peradaban yang sesungguhnya. Yang nantinya akan menjadikan Islam sebagai the way of life.
Mengutip dari Pew Research 2024, minat pemuda pada agama dan sistem hidup islam meningkat tajam, terutama setelah melihat bobroknya penerapan sistem sekuler kapitalis hari ini.






