HABIB RIZIEQ SYIHABNASIONAL

Habib Rizieq Jelaskan Perbedaan Konsep HAM Menurut Islam dan Barat

HAM Islam Bersifat Konsisten

Habib Rizieq juga menyatakan bahwa konsep HAM dalam Islam bersifat konsisten karena bersandar pada ketentuan Al-Qur’an dan Sunnah.

Menurutnya, sesuatu yang telah dihalalkan Allah akan tetap halal, sedangkan sesuatu yang diharamkan akan tetap haram, sehingga konsep hak asasi dalam Islam tidak berubah mengikuti perkembangan zaman.

Meski demikian, ia menilai hukum Islam tetap memiliki ruang untuk menjawab persoalan-persoalan kontemporer melalui mekanisme ijtihad yang berlandaskan Al-Qur’an, Sunnah, ijmak, dan qiyas.

Kritik terhadap Konsep HAM Barat

Dalam kesempatan tersebut, Habib Rizieq juga menyampaikan kritik terhadap konsep HAM yang berkembang di Barat. Konsep HAM Barat tidak dikaitkan dengan ketentuan agama dan orang lain, sehingga tidak peduli dengan halal haram dan hak orang lain.

“Misalnya ibadah, setiap orang merasa berhak mau ibadah atau tidak, dia mau shalat atau tidak itu urusan dia, tidak peduli hak Allah. Sementara dalam Islam, setiap Muslim punya kewajiban asasi manusia, dia wajib shalat bagaimanapun kondisi dan dimanapun berada,” jelas Habib Rizieq.

Dalam kegiatan lain, dalam konsep HAM Barat seseorang merasa punya hak untuk melakukan aktivitas yang melanggar aturan agama seperti berzina, mabuk, penyimpangan seksual dan lainnya selama tidak mengganggu orang lain.

“Sementara dalam Islam, segala sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah SWT atas manusia maka ia adalah bukan hak asasi manusia. Sejak zaman diharamkan sampai hari ini bahkan sampai hari kiamat, zina itu diharamkan. LGBT haram. LGBT dari dahulu sampai sekarang haram, jadi bukan hak asasi manusia,” jelas Habib Rizieq.

“Jadi jangan sampai, begitu menyangkut zina, LGBT dan maksiat lainnya, lalu karena alasan HAM mereka merasa bebas melakukan dan kita harus menghormati. Tidak bisa saudara. Hal-hal yang haram harus dilarang,” tambahnya.

Contoh lainnya, misalnya seseorang mempertontonkan auratnya bahkan telanjang di tempat umum dan merasa hak asasi dia. Dia tidak peduli hak Allah yang mewajibkan menutup aurat dan hak orang lain yang akan terganggu dengan melihat aurat orang lain.

Konsep HAM Barat Tidak Konsisten

Selain itu, Habib Rizieq berpendapat bahwa konsep HAM Barat tidak selalu konsisten karena dinilainya berubah mengikuti perkembangan kebijakan politik dan kepentingan sosial.

Sebagai contoh, ia menyinggung perubahan sikap sejumlah negara terhadap hukuman mati serta kebijakan mengenai minuman beralkohol di Amerika Serikat sebagai ilustrasi yang menurutnya menunjukkan adanya perubahan pendekatan terhadap isu hak asasi manusia.

Di akhir penjelasannya, Habib Rizieq menyimpulkan tentang keindahan konsep HAM dalam Islam yang memiliki sejumlah karakteristik utama, yaitu berasal sebagai karunia Allah, selalu berkaitan dengan kewajiban manusia kepada Allah, tidak berdiri sendiri karena terkait dengan hak pihak lain, tunduk kepada syariat, bersifat konsisten, tidak dapat diperjualbelikan, serta berorientasi pada kehidupan dunia dan akhirat.

red: adhila

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button