Habib Rizieq Bongkar Alasan BOP Rugikan Indonesia dan Perjuangan Palestina
Pamekasan (SI Online) – Imam Besar Habib Rizieq Syihab mengkritik keras keikutsertaan Indonesia dalam forum Board of Peace (BOP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Ia menilai langkah Indonesia bergabung dalam forum tersebut justru merugikan posisi diplomasi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Menurut Habib Rizieq, BOP awalnya mengajak sejumlah negara Eropa dan negara-negara Islam untuk bergabung. Namun, menurutnya, negara-negara Eropa justru tidak tertarik mengikuti forum tersebut.
“Board of Peace didirikan oleh Donald Trump. Dia mengajak negara-negara Eropa dan negara-negara Islam untuk ikut. Negara Eropa tidak ada yang mau ikut. Tapi ada delapan negara Islam yang ikut, salah satunya Indonesia,” ujarnya dalam tabligh akbar di Pamekasan, Madura, Senin (11/5/2026).
Ia mengakui pemerintah Indonesia kemungkinan memiliki niat baik dengan bergabung ke dalam forum tersebut, yakni untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui jalur damai dan diplomasi internasional.
“Saya yakin maksud pemerintah baik. Saya yakin pemerintah Indonesia punya niat baik untuk memerdekakan Palestina lewat jalur diplomasi, lewat PBB, lewat BOP atau forum internasional lainnya,” katanya.
Namun menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam BOP justru tidak tepat dan kontraproduktif.
“Ini BOP didirikan oleh Amerika Serikat, oleh Donald Trump yang katanya mau memerdekakan Palestina. Omong kosong. Selama ini Donald Trump dan Amerika justru mendukung Israel menjajah Palestina, bahkan mendukung genosida di Gaza,” tegasnya.
“Mana mungkin Donald Trump yang jahanam, bajingan, penjahat lalu mau memerdekakan Palestina? bullshit, omong kosong!.” tambahnya.
Habib Rizieq kemudian memaparkan sejumlah alasan mengapa ia menilai keikutsertaan Indonesia dalam BOP merugikan.
Pertama, ia menyoroti respons Indonesia yang dinilai tidak tegas ketika terjadi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
“Ketika Amerika dan Israel menyerang Iran secara ilegal dan brutal, pemerintah Malaysia langsung mengecam dan mengutuk. Pemerintah Indonesia tidak berani. Kenapa? Karena ikut BOP. Takut Amerika tersinggung, takut Israel tersinggung,” katanya.






