NASIONAL

Hadirnya Pemimpin Zalim Akibat Umat Lalai dalam Amar Makruf Nahi Munkar

Bogor (SI Online) – Setiap Muslim memiliki kewajiban amar makruf nahi munkar terhadap siapapun termasuk kepada pemimpin jika melakukan kesalahan.

Menurut Ketua Pembina Dewan Da’wah KH Didin Hafidhuddin, dalam melakukan amar makruf nahi munkar itu ada aturannya.

“Kalau ada pemimpin zalim kita harus menasihatinya sesuai kemampuan, termasuk mendoakan agar mendapatkan hidayah,” kata KH Didin Hafidhuddin dalam kajian online pada Ahad (17/1/2020).

Ia mengingatkan, umat Islam jangan pernah bosan dalam melakukan amar makruf nahi munkar. “Karena hadirnya pemimpin zalim itu akibat umat tidak terbiasa melakukan amar makruf nahi munkar,” jelasnya.

Menjelaskan sebuah hadis, Kiai Didin mengatakan bahwa umat Islam harus terus melakukan amar makruf nahi munkar tanpa bosan, mengajak kebaikan dan ikut melarang perbuatan tidak baik.

“Akan tetapi kalau kalian diam maka akan datang pemimpin buruk, dan jika orang-orang baik (yang diam itu) berdoa kepada Allah maka doanya tidak akan diterima,” kata Kiai Didin

“Jadi ada hubungan sebab akibat, karena itu harus ada perbaikan dengan menumbuhkan semangat untuk aktif dalam kegiatan amar makruf nahi munkar secara baik,” tambahnya.

Amar makruf nahi munkar menuntut kita untuk menyampaikan Islam dengan baik. “Kalaupun terjadi diskusi atau debat maka diskusilah dengan baik dan bijak,” tandas Kiai Didin.

red: adhila

Artikel Terkait

Back to top button