INTERNASIONAL

Hamas Setujui Usulan Gencatan Senjata yang Diusulkan Qatar dan Mesir

Gaza (SI Online) – Kelompok pejuang Palestina, Hamas, menyetujui usulan gencatan senjata di Jalur Gaza yang diusulkan mediator Qatar dan Mesir.

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, pada Senin (06/05) menyatakan persetujuan kelompok tersebut kepada Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani dan kepala intelijen Mesir Abbas Kamel yang dihubunginya lewat saluran telepon.

Seperti pernyataan Hamas, persetujuan tersebut disampaikan menyusul tindakan militer Israel yang menginstruksikan warga Palestina di Kota Rafah untuk segera mengungsi dari bagian timur kota tersebut.

Hal tersebut dianggap merupakan ancang-ancang Israel, yang sejak awal mengancam akan menyerang Rafah, sebelum benar-benar melancarkan serangan darat ke kota itu. Padahal, sekitar 1,5 juta warga Palestina saat ini berada di kota Rafah untuk menyelamatkan diri dari agresi Israel.

Media Mesir Al-Qahera News, menurut sebuah sumber, melaporkan bahwa delegasi Hamas akan tiba kembali di Kairo pada Selasa untuk melanjutkan negosiasi gencatan senjata.

Delegasi Hamas itu meninggalkan Kairo pada Ahad (5/5) seusai pembicaraan gencatan senjata selama dua hari untuk berkonsultasi dengan pimpinan mereka.

Sementara itu, seorang pejabat Israel yang terlibat dalam pembicaraan gencatan senjata tersebut mengatakan, Tel Aviv telah menerima respons Hamas atas usulan gencatan senjata dan akan mempelajarinya terlebih dulu, sebagaimana dilaporkan media Israel KAN.[]

Sumber: Anadolu

Artikel Terkait

Back to top button