RESONANSI

Hanya Islam lah yang Mampu Menjungkalkan Anasir dan Gerakan Komunis PKI

18 November 2023 kemarin di Masjid Az Zikra Sentul, Front Persaudaraan Islam (FPI), Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Alumni 212 kembali menggelar Ijtima’ Ulama.

Ketiga elemen organisasi gerakan Islam populis moderat kebaruan dan pembaharuan ini —yang memang telah mendapatkan dukungan umat Islam cukup besar selama satu dekade terakhir itu — dari semenjak 2014 sudah berkiprah di dunia politik praktis.

Itu ditunjukkan puncaknya ketika 2019 pertama kali Ijtima’ Ulama difatwakan untuk mengusung paslon Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, gagal. Dikalahkan oleh Jokowi-Ma`ruf Amin.

Kekalahan itu pun diduga dikarenakan Pilpres 2019 sangat sarat dipenuhi kecurangan dan keculasan oleh KPU, Bawaslu dan MK yang cenderung menyokong paslon Jokowi-Ma’ruf yang merupakan incumbent saat itu.

Dan sekarang Ijtima’ Ulama kedua itu kembali difatwakan untuk merekomendasikan paslon Anies Baswedan-Cak Imin memenangkan kontestasi Pilpres 2024-2029.

Namun, suasana politik terasa begitu berbeda menyertai adanya momentum Ijtima’ Ulama untuk kedua kali ini.

Semangat dan ghirah yang lebih besar diharapkan akan mampu meng-endorsement bahkan me-reboots melengkapi sinyal menandai kebangkitan kebersatuan umat islam Indonesia seluruhnya.

Setelah sebelumnya paslon Amin pun telah mendapatkan dukungan penuh dan paripurna dari dua ormas Islam terbesar di Indonesia yang menjadi lokomotif yaitu NU dan Muhamadiyah.

Plus gerbong ribuan para habib, ulama dan kiai, para santri sekaligus pesantren, serta gerbong ratusan ormas-ormas Islam yang turut serta ikut pula bergabung.

Apakah ini menjadi sinyal dan pertanda bahwa Islam memang telah bangkit seutuhnya untuk terjun di dunia politik itu sebagai suatu keniscayaan dan keharusan yang diperlukan setelah mempertimbangkan, mengingat dan melihat situasi dan kondisi politik Indonesia saat ini?

Dan dari titik permulaan (starting point) kebersatuan umat Islam seluruhnya itu akan menjadikan momentum transisi demokrasi melalui Pilpres 2024 sebaik-baiknya sebagai jalan damai:

Melewati proses transisi pergantian pemerintahan rezim penguasa Jokowi itu dengan memenangkan paslon Amin yang diusungnya itu dapat berlangsung secara sehat, fair play, jujur dan adil?

1 2 3 4Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button