SEHAT-BUGAR

Hati-Hati, Penggunaan Antiseptik Mulut Sembarangan Bisa Rusak Mikrobioma

Penggunaan obat kumur berbasis alkohol atau peroksida dapat mengiritasi gusi, lidah, pipi bagian dalam, dan jaringan lunak. Kandungan minyak esensial atau zat pembusa bahkan bisa menyebabkan rasa terbakar, sariawan, hingga pengelupasan jaringan mulut.

Para ahli merekomendasikan masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter gigi sebelum menggunakan obat kumur. Dokter akan menentukan jenis produk yang sesuai dengan kondisi spesifik pasien.

Penderita gigi berlubang disarankan memilih obat kumur ber-fluorida. Sementara itu, penderita mulut kering dapat menggunakan produk khusus yang dirancang untuk merangsang atau meniru produksi air liur.

Pasien yang tidak dapat menyikat gigi pascaprosedur medis tertentu juga bisa memanfatkan obat kumur terapeutik. Obat kumur ber-fluorida dinilai lebih aman dalam jangka panjang karena berfungsi memperkuat enamel gigi tanpa membunuh bakteri bermanfaat.

Bagi pemilik mulut kering, sariawan, atau gusi sensitif, obat kumur bebas alkohol merupakan pilihan utama. Selain itu, penderita gigi sensitif sangat dianjurkan menghindari penggunaan obat kumur pemutih secara berlebihan.[]

Sumber: ANTARA

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button