SEHAT-BUGAR

Kiat Cegah Dehidrasi Saat Musim Kemarau

Jakarta (Suaraislam.id) – Dokter spesialis gizi klinik, Raissa E Djuanda, menyampaikan bahwa saat musim kemarau tubuh akan lebih banyak kehilangan cairan, terutama melalui keringat yang berisiko memicu dehidrasi.

“Kenapa dehidrasi tidak boleh diabaikan? Karena cairan berperan penting dalam kesehatan, untuk menjaga suhu tubuh, sirkulasi darah, fungsi ginjal, hingga keseimbangan elektrolit,” kata Raissa ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh cepat lelah, konsentrasi menurun, dan sakit kepala. Kondisi tersebut bahkan bisa berdampak pada penurunan tekanan darah, gangguan ginjal, hingga penurunan kesadaran.

Gejala awal kekurangan cairan meliputi rasa haus, bibir dan mulut kering, sakit kepala, lemas, sulit berkonsentrasi, warna urine pekat, serta frekuensi buang air kecil yang menurun.

“Gejala yang lebih berat lagi: pusing saat berdiri, jantung berdebar cepat, lemas, kebingungan, penurunan kesadaran,” ujar lulusan spesialis gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut.

Raissa menyampaikan langkah yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah dehidrasi, salah satunya dengan mengonsumsi air putih secara berkala.

“Jangan tunggu haus baru minum. Biasakan minum berkala. Minum lebih sering terutama jika banyak berkeringat,” kata dia.

Untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi di musim kemarau, Raissa merekomendasikan makanan berkandungan air tinggi seperti semangka, melon, jeruk, pir, stroberi, mentimun, tomat, serta sayuran berkuah. “Minuman elektrolit jika berkeringat sangat banyak atau olahraga intens,” imbuh dia.

Ia juga menyarankan penggunaan pelindung paparan matahari saat beraktivitas di luar rumah. Selain itu, warna urine dapat digunakan sebagai penanda kecukupan cairan tubuh.

“Kalau warna (urine) makin pekat, bisa jadi itu tanda tubuh perlu lebih banyak cairan,” ujar praktisi medis RS MMC tersebut.

Kiat Cegah Dehidrasi

Cuaca panas selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Dietisien Fitri Hudayani dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta menjelaskan bahwa penguapan cairan tubuh dapat terjadi melalui keringat dan saluran pernapasan saat cuaca panas.

“Kita akan merasa haus jika tubuh kita mulai kehilangan 1-2 persen cairan dan orang bisa mulai dehidrasi ringan saat belum mulai terasa haus,” katanya, Senin (14/9/2026) seperti dilansir ANTARA.

1 2Laman berikutnya
Back to top button