LAPSUS

Hidup Lagi, Perjuangan Korban Gaza Menumbuhkan Lahan

Perlawanan tanpa Senjata

Tantangan yang ia hadapi tidaklah main-main. Tanpa jaringan air yang berfungsi karena telah hancur total, dan tanpa akses terhadap pupuk kimia, setiap tetes air yang ia siramkan adalah hasil perjuangan panjang.

“Masalah terbesar adalah air. Saya harus mencari cara untuk menghidupi tanaman-tanaman ini di tengah genosida. Tapi saya bersikeras. Saya tidak akan berhenti,” tegasnya.

Di sebuah tempat di mana kehidupan dikepung oleh blokade dan kehancuran, Mohammad Nseir memilih jalannya sendiri untuk melawan. Ia tidak memegang senjata api, justru ia memegang benih. Ia tidak menyerah pada kecacatan fisiknya, justru ia menumbuhkan “akar-akar” baru yang memberinya alasan untuk tetap tegak berdiri.

Kisah Mohammad adalah pengingat bahwa kemanusiaan memiliki daya tahan yang tak masuk akal. Dari dinginnya kamar mayat, ia kembali untuk membuktikan bahwa selama masih ada tangan untuk menanam dan satu benih untuk ditebar, kehidupan di Gaza tak akan bisa dipadamkan.[]

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button