Husnul Khotimah Wisuda 673 Santri, 93 Orang Hafiz Al-Qur’an
Bahkan, lima orang santri berhasil menasmikan 30 juz dalam satu kali duduk dan 10 santri berhak mendapatkan sanad riwayat Imam Hafsh dan Imam Syu’bah dari Imam ‘Ashim.
Di bidang akademik, tingkat kelulusan mencapai 100 persen melalui penilaian komprehensif yang mencakup aspek akademik, tahfiz, dan akhlak.
Sementara itu, capaian penerimaan perguruan tinggi juga menunjukkan hasil yang membanggakan.
Dari 673 lulusan, tercatat 63 santri diterima melalui jalur SNBP, 14 santri diterima di politeknik dan sekolah kedinasan, serta enam santri di perguruan tinggi keagamaan negeri.
Selain itu, terdapat 51 santri melanjutkan studi ke luar negeri khususnya Mesir, 222 santri diterima melalui jalur SNBT, 23 santri diterima di perguruan tinggi swasta favorit, serta 53 santri melalui jalur mandiri dan jalur lainnya.
Data penerimaan perguruan tinggi tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi terus bertambah.
Kepada santri yang masih berjuang mendapatkan kampus impian, beliau memberikan motivasi agar tetap optimistis dan tidak berputus asa.
“Tidak semua kesuksesan datang pada waktu yang sama. Kadang Allah menunda sesuatu bukan karena menolak, tetapi karena sedang menyiapkan yang lebih baik,” ujarnya.
Menjelang akhir sambutan, beliau mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjaga nilai-nilai pesantren, menghormati guru, dan mencintai Al-Qur’an.
Beliau juga meminta agar para alumni menjadikan dakwah sebagai jalan hidup di mana pun mereka berada.
“Apapun profesi yang akan kalian pilih, baik menjadi insinyur, pengusaha, ulama, maupun profesi lainnya, jadikan dakwah sebagai jalan perjalanan hidup kalian. Kalian adalah kehormatan pesantren dan wajah Islam yang akan dilihat masyarakat.”
Haflah At-Takhorruj tahun ini menjadi penanda berakhirnya masa belajar para santri di pesantren, sekaligus awal pengabdian mereka di tengah masyarakat sebagai generasi Qur’ani.
Melalui bekal tersebut, para lulusan diharapkan mampu membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan umat.
“Perpisahan ini bukan akhir dari sebuah kisah, melainkan awal menuju kehidupan yang luar biasa,” pungkasnya.[]
Reporter: Husnul Khotimah






