SOSOK

Innalillahi, Tokoh Umat Islam Poso Ustaz Adnan Arsal Wafat

Palu (SI Online)Innalillahi wainnailaihi rajiuun. Tokoh Islam Poso, Sulawesi Tengah, KH Muhammad Adnan Arsal atau Ustaz Adnan Arsal wafat pada Jumat sekitar pukul 18.30 WIB di Poso, Sulawesi Tengah.

“Innalillahi wainnailaihi ilaihi Raji’un, dengan izin Allah dan pulang dengan tenang telah kembali menuju Rabb Nya ayahanda, orang tua dan guru kita KH Muhammad Adnan Arsal,” kata Ketua Yayasan Wakaf Amanatul Ummah (YWAU) Poso Yusrin Ichtiawan, seperti dilansir ANTARA, Jumat malam (27/03/2026).

Yusrin mengucapkan rasa terima kasihnya atas semua doa dan dukungan para pihak, selama Ustaz Adnan dalam perawatan dikarenakan sakit.

Kepergian Ustaz Adnan bukan sekadar kehilangan seorang tokoh agama. Bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Poso, ia adalah penenun harapan di tengah koyaknya kemanusiaan. Namanya telah lama hidup dalam ingatan kolektif sebagai sosok yang memilih jalan damai di saat banyak orang terjebak dalam lingkaran kekerasan.

Ketua Forum Silaturrahim dan Perjuangan Umat Islam Poso itu pernah diberi julukan “panglima”. Namun, panglima dalam dirinya bukanlah tentang perang. Justru sebaliknya, ia berdiri di garis yang berbeda, menolak menjadikan kekerasan sebagai jalan keluar.

“Perang tak akan usai dengan ayunan parang, tetapi harus diselesaikan melalui dialog dengan hati yang lapang,” begitu salah satu pesan yang terekam dalam buku tersebut.

Di tengah bara konflik Poso yang berkepanjangan, Poso pernah menjadi saksi bagaimana manusia saling berhadapan dalam luka dan amarah. Namun, di tengah situasi itu pula, Ustad Adnan memilih menjadi salah satu jembatan, menghubungkan yang terputus, meredakan yang membara.

Ia tidak memimpin orang untuk menyerang. Jika pun ada perlawanan, itu semata untuk bertahan. Selebihnya, ia mengajak duduk bersama, membuka ruang dialog, dan mencari jalan keluar yang manusiawi.

“Konflik ini bikin kita semua lelah, frustrasi, habis semua,” pernah ia ungkapkan, menggambarkan betapa mahal harga yang harus dibayar dari sebuah pertikaian.

Karena itu, ia tak pernah lelah menyerukan satu hal sederhana, namun sering diabaikan: dialog. “Utamakan dialog. Konflik di masyarakat pasti bisa didialogkan. Selesaikan semuanya dengan damai, tak perlu lakukan kekerasan. Itu tidak akan menyelesaikan konflik,” pesannya.

Kini, suara itu telah diam. Namun jejaknya tetap hidup dalam ingatan, dalam nilai, dan dalam harapan akan Poso yang terus menjaga damai.

Sebagai informasi, Ustaz Adnan dikenal sebagai juru damai dalam Tragedi Poso yang terjadi mulai akhir Desember 1998 silam. Kisah perjuangannya diabadikan dalam buku berjudul “Muhammad Adnan Arsal: Panglima Damai Poso” karya Khoirul Anam yang diterbitkan pada 2021.

Pascakonflik, Ustaz Adnan mendirikan YWAU pada 2001, sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan sosial yang berpusat di Kayamanya, Poso, Sulawesi Tengah. Yayasan itu berfokus pada pendidikan Islam, sosial kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi umat dengan manhaj Ahlussunnah Wal Jama’ah. []

Back to top button