#Perang Iran vs AS-IsraelOPINI

Iran dan Ancaman Perang Total

Hal tersebut dipastikan akan menaikkan harga minyak, tarif angkutan, dan tekanan inflasi di seluruh dunia.

Menariknya, dalam pernyataannya kepada Al Jazeera, Baghaei menyebut bahwa apa yang disebut AS sebagai blokade laut, dari perspektif Iran, adalah sebuah tindakan ilegal sejak awal perang ini dan juga merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata serta kebebasan navigasi internasional.

“…an illegal action from the beginning of this war, and also it’s a violation of the ceasefire and international freedom of navigation.” “…sebuah tindakan ilegal sejak awal perang ini, dan juga merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata serta kebebasan navigasi internasional.”

Iran kini ingin melihat apakah pencabutan blokade laut benar-benar akan dilaksanakan seperti yang diumumkan atau hanya sekadar klaim propaganda. Artinya, Teheran tidak akan diam jika tekanan maritim terus berlanjut.

Kita patut mengingat kembali bahwa pada 2023, lebih dari 10 persen perdagangan minyak laut dunia melewati Babalmandeb.

Jika Houthi sebagai proksi Iran benar-benar diinstruksikan menutup jalur itu sementara Iran sendiri menutup Selat Hormuz, maka rantai pasok global akan patah. Ini bukan lagi ancaman perang, melainkan ancaman kelaparan energi bagi jutaan orang.

Potensi Serangan Meluas ke Eropa

Masalah lainnya adalah prospek serangan Iran terhadap target-target di Eropa karena eskalasinya berpotensi untuk terus meluas.

CNN melaporkan bahwa dalam perang 40 hari lalu, Iran telah menunjukkan kemampuannya meluncurkan rudal balistik jarak menengah ke Diego Garcia, pangkalan militer AS-Inggris sejauh 3.200 kilometer.

Kini, menurut Farzin Nadimi dari The Washington Institute, target potensial mencakup RAF Fairford dan RAF Lakenheath di Inggris, serta pusat logistik Ramstein di Jerman.

Ini berarti konflik regional berpotensi meledak menjadi krisis transatlantik yang makin luas dan pasti akan melibatkan banyak aktor.

Jika rudal Iran mendarat di tanah Eropa, Pasal 5 NATO bisa diaktifkan dan perang terbatas akan berubah menjadi konflik global yang tak terbayangkan.

Seperti kata Nicole Grajewski dari Sciences Po Paris, ia tidak berpikir bahwa kawasan Mediterania sepenuhnya berada di luar cakupan kemampuan militer Iran.

“I don’t think the Mediterranean is completely outside the scope of their capabilities.” “Saya tidak berpikir Mediterania sepenuhnya di luar cakupan kemampuan mereka.”

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button