INTERNASIONAL

Perang Intelijen Kian Panas, Iran Rekrut Remaja Israel Lakukan Spionase Obyek Vital

TEL AVIV (Suaraislam.id)— Kepolisian Israel mengumumkan bahwa dua remaja berusia 14 dan 16 tahun dari wilayah Haifa didakwa melakukan tindakan spionase untuk agen intelijen Iran demi imbalan uang pada Ahad (30/8).

Kedua remaja tersebut menjalin kontak dengan agen Iran setelah salah satu di antara mereka membalas tawaran pekerjaan di aplikasi pesan Telegram.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa remaja tersebut kemudian merekrut rekannya. Keduanya menjalankan berbagai instruksi, seperti memotret obyek vital di Israel tengah, mengumpulkan informasi sistem keamanan, membuat grafiti antipemerintah, serta berupaya merekrut anak di bawah umur lainnya.

Sebagai imbalan atas aksi mata-mata tersebut, mereka menerima pembayaran beberapa ribu shekel dalam bentuk mata uang kripto.

Saluran berita resmi Israel, Kan TV News, melaporkan bahwa kedua tersangka juga mengirimkan data detail mengenai akses keluar-masuk serta jumlah personel keamanan di beberapa pusat perbelanjaan di Tel Aviv dan Herzliya.

Keterlibatan anak di bawah umur ini terungkap setelah serangkaian penangkapan terkait dugaan perekrutan warga Israel secara daring oleh intelijen Iran. Otoritas keamanan sebelumnya telah memperingatkan maraknya upaya agen Iran mendekati anak-anak muda melalui media sosial.

Badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, mencatat bahwa sepanjang 2025 sebanyak 25 warga Israel dan warga negara asing (WNA) telah didakwa atas kasus spionase untuk Iran, sementara 120 upaya spionase lainnya berhasil digagalkan.[]

Sumber: Xinhua

Back to top button