SEHAT-BUGAR

Jangan Biarkan Lapar Tengah Malam Merusak Waktu Istirahat Anda

Jika terus dibiarkan tanpa adanya manajemen stres yang baik, kondisi ini bisa berkembang menjadi kebiasaan buruk yang merusak ritme biologis alami tubuh.

Menariknya, tidak semua rasa lapar di malam hari benar-benar berasal dari kebutuhan biologis untuk mengonsumsi makanan.

Dr. Perez menjelaskan bahwa rasa haus akibat dehidrasi sering kali disalahartikan sebagai rasa lapar, sehingga seseorang merasa perlu makan padahal tubuhnya hanya membutuhkan segelas air putih.

Jika seseorang sudah terbiasa mengonsumsi camilan di malam hari, tubuh akan merekam rutinitas tersebut sebagai sebuah kebutuhan kalori yang konstan.

“Jika seseorang rutin makan di malam hari, tubuh akan mulai mengharapkan kalori pada jam tertentu and mengirim sinyal lapar secara otomatis,” jelas Dr. Perez.

Meskipun sesekali terbangun karena lapar adalah hal yang wajar, kondisi yang terjadi secara berulang bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.

Dr. Genovese mengingatkan bahwa frekuensi kejadian ini merupakan faktor penting yang harus diwaspadai agar tidak menjadi masalah kesehatan yang kronis.

“Jika terjadi secara kronis, itu bisa menjadi tanda peringatan,” ujarnya menegaskan perlunya pemeriksaan lebih lanjut.

Dr. Perez menambahkan bahwa kondisi ini sering kali berkaitan erat dengan kontrol gula darah yang buruk di dalam tubuh pasien.

Jika gangguan tidur ini disertai dengan gejala lain seperti pusing, tubuh gemetar, berkeringat dingin, atau perubahan berat badan secara drastis, maka konsultasi medis harus segera dilakukan.

Ketika terbangun karena lapar di malam hari, keputusan untuk mengonsumsi makanan harus didasarkan pada kebutuhan biologis yang nyata, bukan sekadar menuruti keinginan sesaat.

“Kamu membutuhkan protein dan lemak sehat untuk menstabilkan kondisi tubuh hingga pagi hari, bukan gula yang justru membuat naik turun lagi,” kata Dr. Perez.[]

sumber: kompas.com

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button