#Ramadhan 1447 HIBADAH

Jangan Lakukan Lima Kesalahan Ini Saat Ramadhan

3. Bermalas-malas di siang hari

Sebagaian orang menjadikan Ramadhan sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Padahal bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah.Allah buka pintu-pintu surga selebar-lebarnya, pintu-pintu neraka ditutup rapat-rapat, dan setan dibelenggu(HR.Bukhari dan Muslim).

Sebagian orang menjadikan Ramadhan sebagai kesempatan untuk tidur sepanjang hari, dengan berdalil menggunakan hadits,

نوم الصائم عبادة

“Tidurnya orang yang puasa adalah ibadah.” (HR.Al-Baihaki).

Padahal, hadis ini adalah hadis lemah (Al-Silsilah Al-Dha’ifah, no. 4696) tidak bisa digunakan sebagai dalil. Maka, orang yang puasa seharusnya tetap produktif baik untuk kemaslahatan dunia maupun akhirat.

Betapa ruginya orang yang hidup di bulan mulia ini tidak semangat untuk beramal ibadah. Tahun depan kita belum tentu menemui Ramahan lagi. Bisa jadi sudah dipanggil Allah Ta’ala karena ajalnya sudah habis.

Firman Allah Swt,

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”(Surat Al-a’raf: 34).

Ayat ini menegaskan bahwa setiap umat atau individu memiliki ajal (batas waktu hidup/kehancuran) yang ditetapkan Allah. Saat waktunya tiba, ajal tidak dapat dimajukan atau ditunda walau sesaat pun, menekankan bahwa kekuasaan penuh atas ajal berada di tangan Allah.

4. Banyak makan dan minum

Sebagian orang yang berpuasa justru menjadikan Ramadhan sebagai ‘bulan banyak makan’. Mengapa? Kalau diluar Ramadhan, normal-normal saja makannya.Tapi masuk Ramadhan banyak ‘ngoleksi makanan,’ baik bikinan sendiri maupun beli di ‘pasar beduk’ yakni pasar khusus menjelang maghrib yang menyediakan kuliner menu Ramadhan.

Padahal jelas bahwa Allah Swt tidak menyukai sikap berlebih-lebihan (israf atau ghuluw) dalam segala hal, baik dalam makan, minum, berpakaian, maupun beribadah. Larangan ini ditegaskan dalam Al-Qur’an,

وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

“Dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-a’raf: 31).

Sikap moderat (pertengahan) sangat dianjurkan untuk menghindari kesombongan, pemborosan, dan dampak buruk bagi diri sendiri.

5. Kendur beribadah di akhir Ramadhan

Awal Ramadhan, masjid penuh bahkan tak muat dengan jamaah shalat tarawih.Tapi menginjak pekan kedua sudah berkurang jamaahnya. Puncaknya di sepuluh hari terakhir jamaah banyak yang libur alias tak shalat tarawih di masjid, mungkin di rumah atau di tempat belanjaan.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button