Delapan Adab kepada Allah Swt
Oleh: Imam Nur Suharno, Penulis Buku Pembinaan Akhlak Peserta Didik dan Pendidik di Pesantren Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat.
Nikmat Allah Swt. yang diberikan kepada para hamba-Nya tidak terhitung jumlahnya. Kita dapat merasakan udara yang dihirup, jantung yang terus berdetak, keluarga yang menemani, hingga hidayah untuk bersujud.
Jika nikmat dari-Nya sebanyak itu, sangat wajar jika Allah Swt. memiliki hak atas diri kita. Hak tersebut tentu harus diutamakan daripada hak makhluk mana pun.
Lalu, apakah hak Allah Swt. yang paling dasar terhadap hamba-Nya? Jawabannya sangat sederhana, yaitu adab.
Kita sering membicarakan adab kepada guru, orang tua, hingga adab di media sosial. Namun, kita jarang bertanya mengenai bagaimana adab kita kepada Allah Swt.
Setidaknya, ada delapan adab utama yang wajib dijaga oleh setiap hamba:
1. Beriman dan Tidak Kufur
Allah Swt. memerintahkan para hamba-Nya untuk senantiasa beriman kepada-Nya dan utusan-Nya. Hal ini termaktub dalam al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya…” (QS An-Nisa [4]: 136).
Sangat tidak beradab jika kita justru mengingkari Zat yang telah memberikan kehidupan. Allah Swt. bertanya dengan tegas dalam firman-Nya: “Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkanmu…” (QS Al-Baqarah [2]: 28).
2. Bersyukur dan Tidak Kufur Nikmat
Syukur bukan sekadar ucapan alhamdulillah di lisan. Syukur yang hakiki adalah mengakui nikmat dari-Nya, memuji-Nya, serta menggunakan nikmat tersebut untuk ketaatan.
Allah Swt. berfirman: “…bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS Al-Baqarah [2]: 152).
3. Mengingat Allah dan Tidak Melupakan-Nya
Di tengah hiruk-pikuk urusan dunia, manusia sering kali mudah lalai dan lupa. Padahal, Allah Swt. telah memberikan peringatan keras melalui firman-Nya: “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa akan diri mereka sendiri…” (QS Al-Hasyr [59]: 19).
4. Taat dan Tidak Bermaksiat
Ketaatan merupakan bukti nyata dari sebuah cinta seorang hamba kepada Penciptanya. Allah Swt. menegaskan: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul…” (QS An-Nisa [4]: 59).
Tentu sangat tidak beradab jika kita berani melanggar aturan dari Zat yang paling menyayangi kita.






