SUARA PEMBACA

Kapitalisme, Akar Masalah Ketidakadilan di Bumi Papua

Alih-alih rakyat Papua sejahtera dengan kekayaan yang berlimpah ruah. Sebaliknya kerusakan alam, hilangnya sumber pendapatan rakyat, bencana kelaparan, kemiskinan dan diskriminasi membelit rakyat Papua. Alhasil Papua Merdeka menjadi ancaman disintegrasi yang menimpa negeri tercinta.

Ketidakadilan dan kezaliman yang terjadi di tanah Papua, serta upaya Papua Merdeka. Sejatinya adalah imbas lepasnya fungsi dan peran negara di tanah Papua. Negara tidak menjalankan kewajibannya untuk melayani dan mengurus kepentingan rakyat Papua. Sebaliknya menjadi alat para kapitalis asing menguras habis kekayaan dan SDA tanah Papua.

Fungsi dan peran negara yang tidak becus inilah yang memunculkan kondisi-kondisi tidak ideal dan proposional di tengah rakyat Papua. Berbagai kondisi ini kemudian diperparah dengan separatisme yang menginginkan Papua Merdeka. Kondisi yang merupakan by design para kapitalis asing untuk memisahkan Papua dari pangkuan Ibu Pertiwi. Tentunya dilandasi adanya kepentingan-kepentingan politik dan ekonomi untuk melanggengkan hegemoni Kapitalisme dunia. Kondisi ini jelas tidak dapat terus dibiarkan.

Sejatinya Papua membutuhkan peran penguasa yang peduli dan serius dalam mengurus rakyatnya. Penguasa yang mampu mengurus tanah Papua dengan kebijakan yang membawa keadilan, ketegasan dan kesejahteraan bagi rakyat Papua. Di satu sisi, mampu mencabut campur tangan dan dominasi kapitalis global dari bumi Papua. Agar Papua terlepas dari penjajahan hegemoni Kapitalisme dunia.

Menjadi kewajiban negara pula menerapkan aturan yang mampu mengembalikan kekayaan bumi Papua ke pangkuan rakyat. Yaitu aturan tata kelola kekayaan dan SDA Papua sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Serta mendistribusikannya secara adil dan merata tanpa membedakan agama, etnis, ras dan suku bangsa.

Semua solusi tersebut hanya dapat terwujud jika aturan Islam diterapkan secara total dan komprehensif dalam institusi negara. Sebab hanya Islam yang mampu mengelola kekayaan dan SDA negeri sebaik-baiknya untuk rakyat. Dan hanya Islam yang terbukti mampu menyatukan manusia dari berbagai agama, bangsa, etnis, ras dan suku selama 14 abad lama. Semua hidup berdampingan secara adil dan sejahtera dalam naungan Islam dalam bingkai Khilafah. Wallahu’alam bishshawwab.

Ummu Naflah
Penulis, Muslimah Peduli Negeri

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button