Merajut Harapan Bebas Malaria dari Tanah Papua
Jakarta (SI Online) – Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa Provinsi Papua masih menjadi fokus utama dalam percepatan eliminasi malaria nasional.
Kondisi ini disebabkan oleh sekitar 95 persen kasus malaria di Indonesia saat ini masih terkonsentrasi di enam provinsi yang berada di Tanah Papua.
“Sebanyak 95 persen kasus malaria di Indonesia berasal dari kawasan Papua. Ini menjadi atensi kita bersama untuk segera mewujudkan eliminasi malaria di Papua dan Indonesia Timur,” kata Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (30/04/2026).
Tingginya beban kasus di wilayah timur tersebut menjadi tantangan besar dalam mencapai target Indonesia bebas malaria pada tahun 2030.
Menyikapi hal tersebut, pihak kementerian meminta pemerintah daerah hingga masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam upaya pencegahan serta pengendalian malaria secara berkelanjutan.
“Kita harus meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian malaria secara nasional. Saya berharap ini menjadi komitmen dan prioritas bersama,” ucap dr. Andi Saguni.
Di tengah tantangan yang berat tersebut, tercatat capaian positif dengan bertambahnya daerah yang berhasil bebas dari penyakit malaria di Papua.
Kabupaten Mebrak di Papua Barat Daya secara resmi dinyatakan bebas malaria pada tahun 2025 sehingga menjadi inspirasi bagi eliminasi di wilayah lain.
“Ini membuktikan bahwa daerah lain di Papua pun pasti bisa. Namun eliminasi malaria bukan hasil instan, dibutuhkan dukungan semua pihak dan konsistensi selama bertahun-tahun,” kata dr. Andi Saguni menegaskan.
Tantangan besar tidak berhenti begitu saja setelah suatu daerah berhasil dinyatakan bebas dari penularan penyakit tersebut.
Mempertahankan status bebas dari penyakit justru menjadi pekerjaan yang sama beratnya karena sejumlah daerah pernah mengalami lonjakan kasus hingga kejadian luar biasa setelah memperoleh sertifikat eliminasi.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkesmenggalakota.org
“Komitmen kita bukan hanya mendapatkan sertifikat. Tetapi menjaga agar wilayah tetap bebas malaria secara berkelanjutan,” kata dr. Andi Saguni menutup.[]
sumber: RRI.co.id





