RESONANSI

Mengenal Tiga Ideologi Besar: Hanya Islam yang Membawa Rahmat dan Keadilan Hakiki

Oleh: Ayu Mela Yulianti, S.Pt. (Pegiat Literasi dan Pemerhati Kebijakan Publik)

Perang Iran versus Amerika-Israel yang tidak pernah benar-benar selesai, konflik Rusia-Ukraina yang belum berakhir, serta pendudukan brutal Israel atas Palestina menjadi bom waktu yang senantiasa menimbulkan karut-marut dunia saat ini.

Kriminalitas yang semakin tinggi akibat ketimpangan ekonomi serta ketidakadilan hasil pembangunan di setiap negeri menjadi bukti nyata bahwa dunia berada di titik nadir ketidakberdayaan. Kondisi memprihatinkan ini terjadi akibat penerapan ideologi global yang tidak manusiawi sehingga kelompok kaya semakin kaya, sedangkan masyarakat miskin semakin tidak berdaya.

Kerusakan tatanan tersebut bersumber dari penerapan ideologi sekuler kapitalisme yang saat ini dijalankan oleh hampir seluruh negara di dunia. Sistem kufur ini sukses melahirkan liberalisme dan demokrasi yang membentuk karakter kehidupan bebas tanpa nilai pada seluruh aspek sosial, ekonomi, hingga politik.

Dampak dari kebebasan tanpa batas tersebut akhirnya melahirkan hukum rimba yang melegalkan kelompok kuat untuk menindas kelompok lemah. Fenomena ini terlihat jelas dari eksistensi Amerika Serikat sebagai negara adidaya yang terus menindas negara-negara berkembang demi memenuhi syahwat politiknya.

Berlindung di balik jargon polisi dunia, Amerika Serikat kerap mengkriminalisasi negara lemah yang tidak mau tunduk kepada kepentingan mereka. Sebagai contoh, mereka memaksa Iran menyerahkan uranium miliknya, tetapi di sisi lain membiarkan Israel dan Korea Utara mengembangkan senjata nuklir.

Standar ganda dalam menegakkan hukum internasional tersebut menunjukkan bahwa keadilan global hari ini tajam ke dunia Islam, tetapi tumpul ke sekutu barat. Kebijakan diskriminatif ini sengaja dipraktikkan demi menjaga eksistensi ideologi sekuler kapitalisme yang mereka emban di seluruh penjuru dunia.

Misi utama dari penjagaan ideologi tersebut tidak lain adalah untuk mengeruk sumber daya alam global demi keuntungan sepihak. Demi mencapai ambisi keserakahan tersebut, sistem sekuler kapitalisme ini meniscayakan metode penjajahan yang melahirkan kesengsaraan hidup bagi umat manusia.

Tujuan kapitalistik ini membuat para kapitalis besar di negara-negara barat tega melakukan penjarahan dan pengusiran terhadap penduduk asli di atas tanah yang mereka incar. Penindasan keji ini terbukti pada pendudukan Israel atas Palestina serta pengusiran etnis Rohingya demi menguasai wilayah strategis dan kekayaan alamnya.

Melihat fakta bahwa sistem sekuler kapitalisme terus menciptakan ketimpangan ekonomi dan sosial, aturan ini jelas telah gagal membawa kedamaian. Oleh karena itu, sistem batil ini sudah sangat tidak layak lagi mengatur kehidupan manusia karena wataknya yang tidak manusiawi.

Selain kapitalisme, dunia saat ini juga mengenal ideologi sosialisme-komunisme yang diterapkan oleh beberapa negara besar seperti Rusia, China, dan Korea Utara. Namun pada tataran faktanya, penerapan ideologi ini sama-sama menimbulkan kesengsaraan, ketidakadilan, dan kerusakan yang masif di tengah masyarakat.

Meskipun berbeda dalam aspek pengakuan terhadap konsep ketuhanan, metode penerapan yang digunakan sosialisme-komunisme tetap sama, yaitu melalui penjajahan. Mereka melakukan penguasaan paksa atas tanah dan sumber daya alam milik bangsa lain demi eksistensi negara.

Semboyan kesamaan dan keadilan yang digaungkan oleh ideologi sosialisme-komunisme juga tidak pernah benar-benar diterapkan secara jujur. Janji manis tersebut langsung sirna, khususnya jika menyangkut kepentingan dakwah Islam dan hak-hak dasar kaum muslimin.

Hal ini terjadi karena ideologi sosialisme-komunisme menganggap agama sebagai candu yang harus diberantas dan bukan bagian dari fitrah manusia. Akibatnya, kebebasan beribadah tidak pernah dilaksanakan secara hakiki sehingga sistem ini terbukti gagal dan tidak layak mengatur kehidupan.

1 2Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button