RUANG MUSLIMAH

‎Kasus HIV/AIDS di Bandung dan Kasih Sayang Allah yang Tak Terbendung

Kuratif: Islam hadir mengobati luka yang terlanjur menganga. Para pengidap HIV-AIDS yang telah terbukti karena zina, ia akan mendapat sanksi had. Jika sudah menikah, dirajam sampai mati. Jika belum menikah, dicambuk seratus kali. Hukuman ini berlaku dalam sistem peradilan Islam yang sangat ketat pembuktiannya. Ini tidak hanya mengobati pelaku, tapi juga masyarakat. Dosanya diampuni (jawabir), masyarakat tercegah dari perbuatan serupa (jawazir).

Negara juga memberi pengobatan terbaik berupa faskes kelas utama dan rehabilitasi khusus agar tidak ada lagi yang tertular. Karena tanpa penjagaan, virus ini bisa menular pada siapa saja, meski bukan pelaku zina. Tidak berhenti di situ, negara senantiasa mengupayakan riset dan pengembangan untuk menemukan obatnya. Pun edukasi masyarakat digencarkan agar tidak ada luka yang berulang. Bukan dengan kondom, bukan pula slogan. Negara mencetak kumpulan individu bertakwa untuk menjaga bumi-Nya.

Melihat semua ini, membuatku terhenyak. Ternyata, betapa agung syariat Allah ya, Teh? Ia menjaga kita semua dengan segala pencegahan. Tentu saja, semua ini hanya menjadi wacana jika kita masih berpijak di atas sistem demokrasi. Sungguh, hanya Islam yang mampu menjaga martabat manusia. Allah hadirkan berbagai macam aturan yang ternyata menenangkan, karena itulah cinta.

Teh, di tengah hiruk-pikuk hidup dan kebebasan yang tanpa aturan, kita sering bingung menentukan langkah. Tapi di balik itu semua, ada satu hal yang benar-benar menenangkan hati. Kita bisa bernaung pada aturan Allah yang sempurna, Di situlah kita menemukan tempat berlindung: kasih sayang Allah yang tak terbendung.[]

Keni Rahayu, Aktivis Muslimah Bandung.

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button