IBRAH

Kemenangan Iblis

Sang ahli ibadah langsung memegang tanduk Iblis, lalu keduanya kembali bergulat. Pertarungan tersebut akhirnya kembali dimenangi oleh sang ahli ibadah.

Ia berhasil menjatuhkan setan hingga tersungkur di bawah kedua kakinya. Sambil menduduki dada Iblis, ia berkata, “Bagaimana pendapatmu tentang kekuatanku sekarang?!”

“Sungguh, kekuatanmu benar-benar luar biasa. Lepaskan aku dan lakukan apa yang kamu mau,” kata setan itu dengan suara yang tercekat.

Sang ahli ibadah segera melepaskannya. Ia lalu berjalan pulang ke pondoknya dan langsung tertidur karena sangat lelah.

Malam pun berlalu dan fajar mulai menyingsing. Sang ahli ibadah kembali memanggul kapaknya menuju pohon tersebut, tetapi Iblis langsung muncul dan membentaknya, “Apakah kamu tidak akan mengubah niatmu itu, hai lelaki?”

“Tidak akan pernah! Sumber kejahatan ini harus segera ditebang,” jawabnya.

“Apakah kamu mengira aku akan membiarkanmu melakukannya begitu saja? Jika kamu berani melawanku, aku pasti akan mengalahkanmu lagi,” gertak ahli ibadah tersebut.

Iblis terdiam dan berpikir sejenak. Ia menyadari bahwa bertarung secara fisik dengan lelaki ini tidak akan pernah membawanya pada kemenangan. Sebab, tidak ada yang lebih kuat daripada seorang manusia yang berjuang demi sebuah pemikiran atau akidah.

Iblis pun paham bahwa tidak ada pintu lain yang bisa menembus benteng pertahanan lelaki ini, kecuali satu pintu tersembunyi, yaitu tipu muslihat.

Iblis kemudian mengubah siasatnya dengan berbicara secara lemah lembut, “Tahukah kamu mengapa aku melarangmu menebang pohon ini? Aku melarangmu justru karena rasa cemas dan kasihan kepadamu.”

“Jika kamu nekat menebangnya, orang-orang yang menyembah pohon ini pasti akan membencimu. Mengapa kamu harus mencari masalah untuk dirimu sendiri?” kata Iblis menyimpangkan fokusnya.

“Jangan tebang pohon ini, dan aku berjanji akan memberimu dua dinar setiap hari untuk membantu biaya hidupmu agar kamu bisa tinggal di sini dengan aman dan tenang,” bujuk Iblis.

“Dua dinar?” tanya sang ahli ibadah ragu.

“Benar, setiap pagi kamu akan menemukan dua dinar itu di bawah bantal tidurmu!” jawab Iblis meyakinkan.

Lelaki itu berpikir cukup lama, lalu mengangkat kepalanya dan berkata kepada Iblis, “Siapa yang bisa menjamin bahwa kamu akan menepati ucapanmu itu?”

“Aku berjanji kepadamu, dan kamu akan membuktikan sendiri kejujuran janjiku ini,” kata Iblis.

“Baik, aku akan mengujimu,” ujar ahli ibadah.

“Ya, silakan uji aku,” sahut Iblis.

“Kita sepakat,” ucap ahli ibadah itu mengakhiri prinsipnya.

Iblis menjabat tangan sang ahli ibadah dan mereka pun resmi saling mengikat janji. Sang ahli ibadah segera kembali ke pondoknya tanpa jadi menebang pohon.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button