IBRAH

Kemenangan Iblis

Sejak saat itu, ia selalu bangun setiap pagi lalu meraba bagian bawah bantalnya untuk mengambil dua dinar emas. Rutinitas pemenuhan materi ini terus berjalan dengan lancar hingga satu bulan penuh.

Namun, pada suatu pagi, ketika ia menjulurkan tangannya ke bawah bantal, ia mendapati tempat itu kosong tanpa ada uang sepeser pun. Iblis telah menghentikan pasokan emas untuknya.

Sang ahli ibadah seketika menjadi sangat marah. Ia langsung berdiri mengambil kapaknya, lalu bergegas pergi menuju pohon sesembahan tersebut.

Di tengah jalan, Iblis menghadangnya dan berteriak, “Berhenti! Mau pergi ke mana kamu?”

“Ke pohon itu untuk menebangnya!” jawab sang ahli ibadah berang.

Iblis tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban itu, “Kamu ingin menebangnya hanya karena aku menghentikan bayaran uangmu!”

“Bukan! Aku pergi untuk menghapuskan kesesatan dan menyalakan cahaya kebenaran!” bantahnya membela diri.

“Kamu? Yang benar saja!” ejek Iblis.

“Apakah kamu sedang mengejekku, hai makhluk terkutuk?!” teriak ahli ibadah.

“Maafkan aku, tetapi melihat penampilanmu saat ini benar-benar membuatku ingin tertawa,” kata Iblis.

“Berani sekali kamu bicara seperti itu, hai pembohong!” serunya murka.

Sang ahli ibadah langsung menerjang Iblis dan memegang tanduknya, lalu keduanya terlibat dalam pergulatan kilat. Namun, dalam sekejap saja pertarungan itu berakhir dengan jatuhnya sang ahli ibadah hingga tak berdaya di bawah kaki Iblis.

Iblis berhasil menang, lalu menduduki dada sang ahli ibadah sambil berkata dengan penuh kesombongan, “Di mana kekuatan besarmu yang kemarin itu, hai lelaki?!”

Lelaki itu pun bertanya dengan suara yang sesak, “Katakan kepadaku, bagaimana cara kamu bisa mengalahkanku, hai Setan?!”

Iblis pun menjawab dengan penuh kemenangan, “Ketika kemarin kamu marah karena membela Allah, kamu berhasil mengalahkanku.”

“Namun, hari ini ketika kamu marah hanya karena membela dirimu sendiri, aku dengan mudah mengalahkanmu. Ketika kamu bertarung demi akidahmu, kamu keluar sebagai pemenang atas diriku. Namun, ketika kamu bertarung hanya demi keuntungan pribadimu, akulah yang keluar sebagai pemenang atas dirimu,” pungkas Iblis.[]

Karya: Taufik Al-Hakim (Dengan beberapa penyesuaian ringan)

Sumber: Al-Arabiyah Lin Nasyiin Juz 5

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button