Guru besar teknologi pangan dan hasil pertanian UGM, Profesor Sri Raharjo, menyatakan kasus keracunan MBG nyaris terjadi setiap bulan berdasarkan data selama 2025.
Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut sudah menghadapi persoalan serius terkait kesiapan sejak awal implementasi.
“Hanya mungkin satu dua bulan saja yang tidak ada laporan, selebihnya hampir setiap bulan ada, dengan jumlah kasus yang fluktuatif,” ujar Sri Raharjo, April lalu.
Sekilas tentang Dadan
Dadan Hindayana dilantik sebagai Kepala BGN oleh Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, pada 19 Agustus 2024.
Joko Widodo mempercayai Dadan untuk mengepalai badan yang bakal mengurusi program MBG milik Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dikutip dari situs resmi BGN, Dadan Hindayana lahir di Garut, Barat, pada 1967.
Dadan menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1990 sebagai lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.
Ia meraih gelar doktor (Dr. rer. Hort) dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover, Jerman, dalam bidang Entomologi Terapan pada periode 1997–2000.
Ia mengabdi sebagai Dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB sejak 1992 dan dikukuhkan sebagai Lektor.
Sekilas tentang Nanik S Deyang
Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S. Deyang lahir pada 3 Januari 1968. Ia seorang mantan wartawati dan politikus Indonesia.
Dikutip dari situs resmi BGN, Nanik lahir di Madiun, Jawa Timur. Nanik memulai kariernya sebagai jurnalis dari Tabloid Bangkit.
Ia diangkat menjadi Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025, sekaligus diberhentikan dari jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).[]
sumber: BBC News Indonesia






