Kesepakatan Damai Iran-AS Diumumkan, Warga Teheran Pilih Tetap Waspada
“Permusuhan yang telah berlangsung lebih dari 47 tahun tidak bisa diselesaikan dalam semalam saja,” kata Asghar Sorkhin, seorang pemilik toko berusia 47 tahun.
“Mereka (AS) adalah pemerintahan yang sama yang membatalkan kesepakatan nuklir Iran pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi terberat terhadap warga Iran.”
Seraya menekankan bahwa kesepakatan itu belum cukup pantas untuk dirayakan, Sorkhin mengakui perasaannya kini campur aduk. Dia mengatakan jika AS menepati janjinya kali ini, warga Iran mungkin “akan dapat merasakan sedikit kelegaan.”
Aktivitas normal juga terlihat di sektor pelayanan publik kota Teheran. Di sebuah rumah sakit, Maryam, seorang perawat berusia 30 tahun, tetap sibuk menyiapkan obat-obatan untuk pasien dan menangani tugas-tugas hariannya.
Sambil menyatakan optimisme yang diwarnai kehati-hatian tentang masa depan, Maryam memberikan sudut pandangnya terkait diplomasi ini.
“Meskipun tidak bijaksana untuk memercayai orang lain begitu saja, lebih tidak bijaksana lagi jika tidak memercayai siapa pun.”
“Saya percaya Iran harus melanjutkan proses diplomatik, tetapi dengan kehati-hatian. Perang dan blokade angkatan laut AS telah berdampak buruk pada kehidupan kami dan perlu dihentikan,” tambah Maryam.
Perawat itu mengatakan bahwa sebelum kesepakatan akhir dan komprehensif tercapai, dia memilih untuk tidak merayakannya terlebih dahulu. Ia akan terus menjalani hidup secara normal dan tetap waspada, yang menurutnya merupakan “balas dendam yang baik atas apa yang telah dilakukan AS kepada kami.”
Maryam juga menegaskan dukungannya terhadap langkah-langkah strategis yang diambil oleh otoritas tertinggi di negaranya.
“Saya percaya pada para pejabat kami dan yakin mereka akan melindungi kepentingan dan martabat nasional kami.”
Secara keseluruhan, situasi di jalan-jalan kota Teheran memperlihatkan lalu lintas kendaraan yang bergerak normal seperti hari-hari sebelumnya. Masyarakat tetap menjalankan rutinitas mereka, cuaca cerah, serta tidak terdengar sorak-sorai maupun perayaan apa pun di ruang publik.
Seperti itulah suasana Teheran pada hari pertama setelah tercapainya kesepakatan politik antara AS dan Iran. Sebuah kota yang memilih bergerak dengan ritmenya sendiri sambil menanti apa pun yang mungkin terjadi selanjutnya.[]
Sumber: Xinhua






