Keutamaan Bekerja bagi Muslim: Ikhtiar Menjemput Rezeki dan Bagian dari Ibadah
Hambari menegaskan bahwa pekerjaan bukan hanya soal urusan dunia, tetapi juga bagian dari menjaga hubungan seorang hamba dengan Allah. Ia mengingatkan bahwa setiap makhluk telah dijamin rezekinya oleh Allah, bahkan hewan sekalipun.
Karena itu, seorang Muslim harus tetap optimistis dalam bekerja karena pekerjaan hanyalah bentuk ikhtiar untuk menjemput rezeki yang telah ditetapkan Allah. “Bekerja adalah ikhtiar untuk menjemput rezeki Allah,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan kisah dalam Al-Qur’an, seperti perjuangan ibu dari Nabi Ismail yang berlari antara bukit Safa dan Marwa untuk mencari air. Namun, air justru muncul di dekat kaki bayi Ismail sebagai bentuk pertolongan Allah.
Contoh lainnya adalah kisah Maryam, yang saat melahirkan sendirian tetap mendapat rezeki dari pohon kurma yang diperintahkan Allah untuk digoyangkan.
Menurut Hambari, kisah tersebut menunjukkan bahwa rezeki tidak selalu datang dari hasil ikhtiar yang terlihat langsung, tetapi juga bisa datang dari jalan yang tidak disangka-sangka bagi orang yang bertakwa.
Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan pekerjaan. Namun, aktivitas bekerja juga tidak boleh membuat seseorang lalai dari ibadah.
Hambari mengutip firman Allah dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 10 yang memerintahkan umat Islam untuk bertebaran di muka bumi mencari karunia Allah setelah menunaikan ibadah.
“Ada korelasi antara ibadah dan bekerja. Setelah melakukan ibadah mahdhah, kita diperintahkan untuk bertebaran menjemput rezeki,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa dalam bekerja seorang Muslim harus tetap terikat dengan aturan Allah, seperti menghindari kecurangan, riba, dan berbagai praktik yang dilarang dalam Islam.
“Jika dilakukan dengan jujur, insyaAllah usaha atau bisnis akan menjadi berkah,” ujarnya.
Menurut Hambari, dalam menghadapi tantangan ekonomi atau krisis sekalipun, seorang Muslim harus tetap optimistis karena Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya.
“Orang beriman akan tetap optimis. Apapun tantangannya, dengan ikhtiar dan ketakwaan kepada Allah, insyaAllah akan mampu menghadapinya,” tandasnya. []






