JEJAK SEJARAH

Kota-Kota Islam: Bagaimana Perencanaan dan Pembangunannya?

Tepat di titik pusat lingkaran kota, didirikan bangunan masjid jami, istana khalifah, beserta gedung-gedung kementerian dinas administrasi. Seiring berjalannya waktu, kota ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat hingga mendorong dinasti Abbasiah membangun kompleks istana baru di sisi timur sungai.

Kota Kairo

Setelah Jawhar as-Siqilli yang merupakan panglima perang dinasti Fatimiah berhasil membebaskan Mesir pada tahun 969 Masehi, ia mulai membangun kota baru sebagai basis militer. Kota baru tersebut dinamai Kairo dan bertransformasi menjadi ibu kota resmi dinasti Fatimiah setelah khalifah memutuskan pindah ke sana.

Tata ruang Kota Kairo dirancang sedemikian rupa dengan menempatkan kompleks istana megah khalifah tepat berada di jantung kota. Khalifah Al-Mu’izz Lidinillah kemudian membentengi kota ini dengan struktur tembok raksasa yang dilengkapi delapan gerbang utama.

Pihak Fatimiah juga membangun banyak kompleks istana dan taman-taman kota yang indah di dalam maupun di luar perimeter tembok Kairo.

Selain itu, Panglima Jawhar juga memprakarsai pembangunan Masjid Al-Azhar yang monumental pada tahun 361 Hijriah atau 972 Masehi. Kota Kairo akhirnya berhasil mencapai puncak kejayaannya dalam bidang arsitektur, kesusastraan, dan perdagangan internasional pada masa pemerintahan dinasti Mamluk.[]

Oleh: Syarif Yusuf, Majalah Al-Arabi edisi 190 — (Dengan Adaptasi)

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button