AKHLAK

Kualitas Makanan Menentukan Kualitas Akhlak

Oleh karena itu, apabila seseorang mengonsumsi makanan yang halal, maka kualitas hatinya menjadi baik, sehingga darinya lahir amal dan perilaku yang baik yang bernilai ibadah. Sebaliknya, apabila yang dikonsumsi adalah sesuatu yang haram, maka darinya lahir amal dan perilaku yang buruk.

Syaikh Sa’id Ramadhan al-Buthi dalam Bāṭin al-Iṡm menulis: “Sesungguhnya tubuh yang dibesarkan dengan harta haram, pada umumnya mengandung jiwa yang cenderung kepada penyimpangan dan pelepasan diri dari batas-batas Allah SWT. Dan jika pun ia tampak terikat pada batas-batas tersebut secara lahiriah, maka akan terkumpul di dalam batinnya berbagai penyakit dan penyakit berbahaya.”

Penutup

Perhatian terhadap ketentuan halal, haram, dan syubhat memiliki peran yang sangat fundamental dalam kehidupan seorang muslim, karena secara langsung memengaruhi kebersihan hati dan kualitas amal perbuatannya.

Makanan, harta, dan aktivitas yang halal menjadi penopang lahirnya ibadah dan akhlak yang baik, sedangkan yang haram berpotensi merusak hati dan menyeret seseorang pada penyimpangan perilaku, meskipun secara lahir tampak baik.

Oleh karena itu, menjaga diri dari yang haram dan perkara syubhat merupakan bentuk penjagaan agama dan kehormatan diri, sekaligus jalan untuk meraih kehidupan yang diberkahi dan diridhai Allah SWT. Wallāhu a’lam.

Zuhaili Zulfa, S.Pd., Guru Pendidikan Agama Islam, lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.  

Laman sebelumnya 1 2
BACA JUGA
Close
Back to top button