SEHAT

Lima Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Secara Mentah

Jakarta (Suaraislam.id)-Ketua Departemen Ilmu Pangan Universitas Rutgers, Donald W. Schaffner, mengatakan bahwa makanan mentah tertentu menimbulkan risiko yang telah didokumentasikan terhadap kesehatan manusia. Hal itu disebabkan oleh potensi keberadaan patogen atau racun yang sebenarnya dapat mati atau dinonaktifkan selama proses memasak.

Dalam siaran Eating Well pada Senin (29/6) waktu setempat, ia memaparkan lima jenis makanan berbahaya tersebut. Berikut adalah daftar makanan yang tidak boleh dikonsumsi dalam kondisi mentah.

Adonan Kue

Sejak dulu, membiarkan anak-anak menjilat mangkuk dan sendok sisa adonan kue menjadi hal yang dilumrahkan. Namun, masyarakat masa kini perlu tahu bahwa bahan mentah dalam adonan tersebut dapat mengandung patogen penyebab penyakit bawaan makanan.

“Kami telah memperingatkan orang-orang sejak lama untuk tidak memakan adonan kue mentah karena kekhawatiran tentang Salmonella yang berasal dari telur yang digunakan dalam adonan kue,” kata Schaffner.

Tetapi telur bukanlah satu-satunya alasan untuk menghindari kebiasaan menjilat mangkuk adonan. Tepung mentah ternyata juga dapat mengandung patogen berbahaya seperti Salmonella dan E. coli.

Sebagai gantinya, gunakan spatula silikon untuk mengikis setiap tetes adonan terakhir dari mangkuk. Langkah ini akan menghilangkan risiko penularan bakteri sekaligus membantu Anda membersihkan wadah kue dengan maksimal.

Jika masih ingin menikmati adonan kue yang belum dipanggang, buatlah adonan menggunakan tepung dan telur yang sudah dipasteurisasi. Anda juga bisa mencari produk sejenis yang memang dipasarkan sebagai adonan kue siap makan di supermarket.

Susu Mentah

Susu mentah kini menjadi topik hangat di berbagai media massa. Sayangnya, alasan utama popularitas tersebut adalah banyaknya kasus penyakit bawaan makanan yang dikaitkan dengan konsumsinya.

Ahli Diet Kesehatan Ginjal, Jessica Clancy-Strawn, M.A., RDN, menyebut susu mentah membawa risiko kesehatan yang terdokumentasi dengan baik karena belum melalui proses pasteurisasi. Pasteurisasi merupakan satu-satunya langkah yang terbukti efektif untuk menghilangkan patogen seperti E. coli, Campylobacter, Listeria, dan Salmonella.

Konsumsi susu mentah sangat berisiko bagi anak-anak serta orang lanjut usia. Ibu hamil atau individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah juga sangat rentan terhadap bahaya ini.

Susu pasteurisasi atau ultra-pasteurisasi telah dipanaskan hingga suhu yang cukup tinggi dan dalam waktu yang cukup lama. Proses ini membunuh patogen berbahaya sehingga tidak menimbulkan risiko keamanan pangan seperti halnya susu mentah.

Daging Giling

Schaffner menyampaikan bahwa mengonsumsi daging giling yang mentah atau kurang matang terus menjadi pemicu wabah penyakit bawaan makanan. Patogen utama yang perlu diwaspadai pada daging giling adalah E. coli O157:H7.

Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit serius hingga kematian pada populasi yang rentan, bahkan dalam jumlah kecil sekalipun. Kelompok rentan tersebut meliputi anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem imun yang lemah.

Guna menghindari risiko ini, pastikan Anda hanya mengonsumsi daging giling yang telah dipanaskan hingga suhu internal minimal 160 derajat Fahrenheit. Suhu tersebut sudah cukup panas untuk membunuh mikroba berbahaya di dalam daging.

1 2Laman berikutnya
Back to top button