LPPOM Bagikan Pengalaman Pengujian Porcine di European Halal Congress 2026
Sementara itu, metode ELISA bekerja dengan mendeteksi protein spesifik yang berasal dari spesies tertentu. Metode ini cukup sensitif, tetapi efektivitasnya dapat menurun pada produk yang telah mengalami pengolahan intensif seperti pemanasan tinggi, fermentasi, atau hidrolisis.
Raafqi juga menjelaskan bahwa real-time PCR saat ini menjadi salah satu metode yang paling banyak digunakan dalam autentikasi halal. Teknologi ini mampu mendeteksi DNA spesifik suatu spesies dengan sensitivitas tinggi sehingga sangat efektif untuk mendukung kebutuhan pengujian rutin.
Untuk kebutuhan konfirmasi yang lebih mendalam, laboratorium dapat memanfaatkan teknologi LC-MS/MS. Metode ini mampu mengidentifikasi penanda molekuler spesifik melalui analisis berbasis massa dan memberikan tingkat keyakinan yang sangat tinggi.
Namun, penggunaannya membutuhkan peralatan canggih, tenaga ahli yang kompeten, serta basis data referensi yang kuat. Raafqi menegaskan bahwa pengujian laboratorium bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kehalalan suatu produk.
“Model sertifikasi halal yang paling kuat adalah yang menggabungkan pengujian laboratorium secara tepat sasaran dengan audit halal yang efektif serta sistem ketertelusuran (traceability) yang baik di sepanjang rantai pasok,” ujarnya.
Partisipasi LPPOM dalam European Halal Congress 2026 menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan sistem jaminan produk halal di tingkat internasional. LPPOM berbagi pengalaman Indonesia dalam mengembangkan berbagai metode pengujian DNA spesies serta mengoperasikan laboratorium halal yang terakreditasi ISO/IEC 17025.
Selama dua hari penyelenggaraan, peserta kongres mendiskusikan beragam isu strategis mulai dari sertifikasi halal, keamanan pangan, laboratorium pengujian, hingga digitalisasi sistem halal melalui teknologi blockchain dan artificial intelligence. Pertemuan ini mendorong berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi serta menghadirkan inovasi yang mendukung kemajuan ekosistem halal global yang berkelanjutan berbasis prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).






