INDUSTRI HALAL

Luncurkan Buku ‘Authentic Halal Brand’, IHATEC Ajak Pengusaha Bumikan Nilai Islam dalam Bisnis

Jakarta (Suaraislam.id) — Industri halal di Indonesia kini tidak lagi sekadar urusan pemenuhan standar administratif semata. Lebih dari itu, sertifikasi dan nilai kehalalan telah bertransformasi menjadi identitas, strategi bisnis, sekaligus fondasi kepercayaan yang kokoh bagi konsumen secara berkelanjutan.

Semangat untuk membumikan nilai-nilai Islam secara kafah dalam dunia bisnis tersebut melandasi peluncuran buku terbaru berjudul “Authentic Halal Brand” (AHB).

Buku karya kolaboratif IHATEC Publisher dan Inspark Indonesia ini resmi diluncurkan tepat pada Hari Kebangkitan Nasional, Rabu, 20 Mei 2026, di Gedung Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), kawasan Pinangranti, Jakarta Timur.

Momentum ini dinilai menjadi simbol kebangkitan bagi merek lokal maupun global untuk menginternalisasi nilai Islam secara autentik dalam bisnis.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, memberikan dukungan penuh terhadap peluncuran buku yang dinilai sangat strategis tersebut.

Menurutnya, literasi mengenai brand halal yang autentik sangat krusial dalam mendongkrak reputasi produk-produk Indonesia di kancah internasional.

“Kami berharap hadirnya buku Authentic Halal Brand dapat menjadi referensi strategis bagi siapa saja pelaku usaha, akademisi, mahasiswa dan seluruh penggerak industri halal dalam membangun brand halal Indonesia yang lebih kuat, terpercaya dan kompetitif secara global,” ujar Ahmad Haikal Hasan.

Babe Haikal -sapaan akrabnya- juga menambahkan bahwa halal adalah bahasa global dan universal tentang kepercayaan yang telah menjadi fondasi penting bagi daya saing Indonesia di masa depan.

Menjadikan Nilai Islam sebagai Karakter Utama Bisnis

Peserta dan narasumber peluncuran buku Authentic Halal Brand (AHB) di Jakarta, Rabu (20/05).

Senada dengan Babe Haikal, Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal K.H. Sholahudin Al-Aiyub menyatakan bahwa halal harus dipandang sebagai value proposition yang mencerminkan kualitas, integritas, dan keberlanjutan.

Melalui buku ini, para pengusaha didorong untuk tidak hanya mengejar kepatuhan formalitas, melainkan membangun keaslian merek yang dipercaya publik Islam dunia.

Buku Authentic Halal Brand sendiri memperkenalkan sebuah framework yang digagas oleh Wahyu T. Setyobudi selaku Director of Inspark Indonesia.

Framework ini merumuskan empat tahapan maturitas kehalalan sebuah merek, mulai dari Halal Compliances (baru sebatas label resmi) hingga Halal Driving.

Tahapan selanjutnya adalah Halal-Driven Brand (menjadikan prinsip syariah sebagai inti strategi) hingga puncaknya yaitu Authentic Halal Brand.

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button