MBG dan Upaya Memperbaiki Gizi Anak: Antara Harapan dan Realita
Sebetulnya, jika negara serius menyelesaikan stunting, fokus utama seharusnya adalah menciptakan sistem ekonomi yang adil dan menjamin pendapatan layak bagi setiap keluarga. Ketika rakyat sejahtera, mereka bisa memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya sendiri tanpa perlu bergantung pada bantuan makan gratis. Intervensi semacam MBG sebaiknya diarahkan hanya untuk mereka yang benar-benar membutuhkan, bukan digeneralisasi untuk semua.
Sebagai penutup, MBG mungkin diluncurkan dengan niat baik. Namun dalam praktiknya, ia justru menjadi simbol dari buruknya manajemen dan kegagalan menyentuh akar masalah. Jika tetap dipaksakan tanpa perbaikan total, program ini bukan hanya gagal menjawab masalah stunting, tapi juga bisa menjadi bom waktu dan krisis kepercayaan publik. Sudah waktunya pemerintah lebih jujur dan berani meninjau ulang arah kebijakan, bukan sekadar memperluas program, tapi memperbaiki fondasi ekonomi keluarga dari hulu hingga hilir.
Idealnya di dalam sistem Islam, prinsip keadilan dan kesejahteraan sosial menjadi fondasi utama dalam merancang kebijakan publik. Islam memandang kemiskinan bukan sekadar persoalan kekurangan materi, melainkan kegagalan kolektif, baik dari negara, masyarakat, maupun individu dalam memenuhi hak-hak dasar.
Untuk itu, Islam menyediakan mekanisme distribusi kekayaan yang adil melalui zakat, infak, dan sedekah, yang tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi juga menjadi solusi struktural untuk mengentaskan kemiskinan.
Negara dalam sistem Islam bertanggung jawab penuh dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Layanan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial disediakan secara gratis dan merata, khususnya bagi mereka yang paling membutuhkan. Tidak berhenti di situ, sistem ini juga menumbuhkan budaya solidaritas dan tolong-menolong yang kuat di tengah masyarakat.
Pendidikan moral dan sosial diarahkan agar setiap individu merasa memiliki tanggung jawab atas kesejahteraan sesamanya, bukan sekadar mengandalkan bantuan negara. Instrumen seperti wakaf produktif pun digerakkan untuk memberdayakan masyarakat secara nyata, bukan hanya memberi, tapi juga menguatkan.
Oleh karena itu, program seperti Makan Bergizi Gratis tidak dijalankan secara tambal sulam, melainkan menjadi bagian dari sistem yang menjamin generasi dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat, terlindungi, dan bermartabat.[]
Retnaning Putri, S.S., Aktivis Muslimah, tinggal di Depok.






