OPINI

Membaca Arah Baru Transformasi Global Al Qaeda

Dukungan tersebut dinilai bukan sekadar retorika belaka. Berbagai laporan menunjukkan bahwa di bawah naungan Taliban, wilayah Afghanistan kembali menjadi pusat kegiatan Al Qaeda.

Bahkan, empat kompleks perumahan di Provinsi Ghazni disinyalir dibangun khusus untuk Al Qaeda dan kelompok sekutunya. Fakta ini mengonfirmasi kekhawatiran global mengenai penggunaan wilayah Afghanistan sebagai basis aman (safe haven).

Bergerak ke Yaman, Al Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) juga tetap menjadi kekuatan yang tangguh. Pemimpin AQAP, Khalid Batarfi, muncul dalam sebuah rekaman video pada 25 Juni 2026 untuk membantah rumor penangkapannya.

Di lapangan, AQAP terus memperluas pengaruh dan merebut beberapa wilayah strategis. Salah satu wilayah yang berhasil mereka kuasai adalah kota Jaar di Provinsi Abyan.

Sebagai respons, Amerika Serikat terus menggencarkan serangan pesawat tanpa awak (drone). Dalam beberapa pekan terakhir, serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan puluhan anggota AQAP.

Namun, operasi udara ini tampaknya belum mampu mematahkan kemampuan tempur kelompok tersebut. AQAP tetap eksis dan terus beroperasi memperluas wilayah kekuasaannya.

Perang Propaganda

Di samping operasi militer di lapangan, Al Qaeda gencar melancarkan perang propaganda dengan memanfaatkan teknologi terkini. Mereka dikabarkan mulai melakukan transformasi digital menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi deepfake.

Teknologi canggih tersebut digunakan sebagai instrumen baru untuk melakukan radikalisasi dan rekrutmen. Dengan menyewa peladen (server) di berbagai negara, mereka menyebarkan propaganda secara masif agar sulit dilacak.

Teknologi AI yang tumbuh pesat dimanfaatkan untuk merekonstruksi video dan suara para tokoh lama. Figur seperti Osama bin Laden dan Anwar al-Awlaki dihadirkan kembali secara digital untuk menyampaikan pesan-pesan terbaru.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa Al Qaeda bukanlah organisasi yang statis. Mereka terus berevolusi memanfaatkan celah keamanan dan teknologi modern demi memperluas jangkauan pengaruh.

Transformasi ini juga terlihat dari cara Al Qaeda mengeksploitasi insiden serangan Bondi Junction di Sydney yang terjadi pada April 2024. Meskipun aksi yang menewaskan enam orang itu tidak direncanakan oleh mereka, Al Qaeda memanfaatkannya sebagai instrumen propaganda global.

Padahal, serangan di Bondi Junction tersebut telah dikutuk keras oleh berbagai organisasi Islam di Australia. Australian National Imams Council (ANIC), sebagai dewan imam nasional di sana, dengan tegas menolak aksi kekerasan tersebut.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button