Meniti Jalan Ketaatan Menuju Pintu-Pintu Surga-Nya
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan dunia, sejatinya manusia sedang menempuh perjalanan panjang menuju kampung abadi yakni akhirat.
Ada yang sibuk mengejar gemerlapnya dunia hingga lupa kehidupan ini hanyalah persinggahan sementara. Ada pula yang menjadikan setiap langkah hidupnya untuk persiapan menuju akhirat yang kekal di dalamnya.
Lalu, kita mau menempuh jalan yang mana? Apakah akan berada di jalan kebaikan atau jalan keburukan? Itu semua pilihan kita, mau kekal abadi di surga atau neraka (semoga kita dijauhkan dari ini).
Tentunya, jika memilih jalan kebaikan, Allah akan membalasnya dengan kenikmatan surga-Nya. Surga, dengan segala kenikmatan yang Allah janjikan, bukanlah tempat yang diraih tanpa perjuangan.
Ia memiliki pintu-pintu yang hanya akan terbuka bagi hamba-hamba pilihan yakni mereka yang meniti jalan ketaatan dengan penuh iman, kesungguhan, dan keikhlasan.
Apalagi, Rasulullah saw menggambarkan surga memiliki pintu-pintu yang berbeda, masing-masing dipersiapkan bagi amal-amal istimewa bagi seorang Mukmin.
Sabda Rasulullah saw, “Barang siapa yang menginfakkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga. Wahai hamba Allah, ini adalah kebaikan. Barang siapa termasuk dari golongan ahli salat, ia akan dipanggil dari pintu salat. Barang siapa dari ahli jihad, ia akan dipanggil dari pintu jihad. Barang siapa dari ahli puasa, ia akan dipanggil dari Pintu Rayyan. Dan barang siapa dari ahli sedekah, ia akan dipanggil dari pintu sedekah” (HR Bukhari dan Muslim).
Al Qadhi ‘Iyadh rahimahullah mengomentari hadits ini, “Imam Muslim dalam hadits ini menyebutkan 4 pintu surga, kemudian beliau menyebutkan 4 sisanya. Di antaranya: babut taubah (pintu taubat), babul kazhiminal ghaizha (pintu menahan marah), babur radhiin (pintu ridha), dan babul ayman (pintu kanan) yang dimasuki oleh orang yang masuk surga tanpa hisab” (At Tadzkirah bi Ahwalil Mauta wal Akhirah, 16/183).
Dari bahasan di atas, setidaknya ada delapan pintu surga membuat kita semakin termotivasi untuk memperbanyak amal kebaikan. Setiap pintu memiliki kriteria, dan kita bisa memilih amal mana yang ingin diunggulkan.
Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang Allah izinkan masuk ke dalam surga-Nya, dari pintu mana pun, atau bahkan semua pintu.
Ini adalah kabar gembira bagi setiap Muslim yang memiliki kesempatan sama untuk meraih surga, karena Allah menciptakan manusia dengan kelebihan dan kecenderungan amal yang berbeda-beda.






