#Ramadhan 1447 HOASE

Menjadi Alumni Terbaik Madrasah Ramadhan

Kedua, orang-orang yang selalu bersabar (Ash-Shabirin), ulet, tangguh, tahan uji, tidak mengenal putus asa dalam meraih dan mempersembahkan kebaikan, meninggalkan segala keburukan dan bersabar juga ketika menghadapi musibah dan ujian.

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ۝١٥٥ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ۝١٥٦ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ۝١٥٧

“Dan sungguh, Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.’” “Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah ayat 155-157).

Ketiga, orang yang selalu berusaha jujur (Ash-Sadiqin) dalam segala aspek kehidupannya, jujur dalam ucapannya, tindakannya, janjinya dan amanah serta bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diembannya. Sebagimana sabda Rasulullah saw:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Hendaklah kalian berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke surga. Seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur (ṣiddīq). Dan jauhilah dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kejahatan, dan kejahatan itu membawa ke neraka. Seseorang terus-menerus berdusta dan berusaha berdusta hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Al-Bukhâri dan Muslim).

Keempat, orang yang selalu tunduk patuh pada ketentuan dan aturan Allah (Al-Qanithin) dan aturan atau nilai-nilai yang baik yang dibuat oleh manusia yang sejalan dengan ketentuan Allah Swt, dan selalu berusaha bersikap amanah dalam setiap tugas dan tanggung jawabnya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ، وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ

“Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji.” (HR. Ahmad).

Kelima, orang yang selalu berusaha untuk berinfak/bersedekah dari penghasilan yang didapatkannya dengan cara yang halal yang sesuai dengan aturan syariat Islam, sehingga rezekinya tambah banyak dan tambah berkah. Firman Allah Swt:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ ۝٢٦١

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261).

Juga sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi saw:

ما نَقَصَت صَدَقةٌ مِن مالٍ،

Harta tidak akan berkurang karena sedekah” (HR. Ahmad).

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button